MANAJEMEN KELAS

 



MANAJEMEN KELAS 


PUTRI ANGGRAINI
11901135
PAI 4 F



Bismillahirrahmanirrahim…. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Apa kabar sahabat blogger, alhamdulillah pada kesempatan kali ini, saya masih bisa menyapa sahabat sekalian walapun hanya melalui blog ini. Nah pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan mengenai manajemen kelas, yang mana salah satu tugas dari mata kuliah Magang 1.

    Pada kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan apa-apa saja yang ada pada Manajemen Kelas. Nah tanpa menunggu lama-lama, yuk simak penjelasannya berikut ini

Pengertian Manajemen Kelas

     Manajemen kelas adalah ketentuan dan prosedur yang diperlukan guna menciptakan dan memelihara lingkungan tempat terjadi kegiatan belajar dan mengajar. Manajemen kelas juga dapat diartikan sebagai perangkat perilaku dan kegiatan guru yang diarahkan untuk menarik perilaku siswa yang wajar, pantas, dan layak serta usaha dalam meminimalkan gangguan (Hasri, 2009:41).

     Manajemen Kelas merupakan usaha guru untuk menata dan mengatur tata-laksana kelas diawali dari perencanaan kurikulum, penataan prosedur dan sumber belajar, pengaturan lingkungan kelas, memantau kemajuan siswa, dan mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin timbul di kelas.

    Selain itu, Manajemen kelas ialah aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat untuk kepentingan belajar kelas itu agar hasil belajar yang optimal dapat dicapai. Sumber-sumber pendidikan yang dimaksud ialah orang-orang yang membantu para siswa belajar seperti instruktur, dan sebagainya, materi pelajaran, media belajar, lingkungan belajar, sarana atau fasilitas belajar, dan informasi yangbertalian dengan kelas itu. Sumber-sumber inilah yang dicari dan dipadukan untuk kepentingan kelas itu (Pidarta 1990, hal. 5)

    Nah itulah pengertian dari Manajemen Kelas, selanjutnya kita akan mengetahui tujuan dari Manajemen Kelas itu sendiri. Yuk di simak, berikut ini pembahasannya :

 

Tujuan Manajemen Kelas

    Tujuan pengelolaan kelas pada hakikatnya telah terkandung dalam tujuan pendidikan. Secara umum tujuan pengelolaan kelas adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap serta apresiasi pada siswa (Djamarah dan Zain, 2010:178).

Ø  Tujuan manajemen kelas adalah sebagai berikut (Wijaya dan Rusyan, 1994:114):

1.      Agar pengajaran dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan pengajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.

2.      Untuk memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pelajarannya. Dengan Manajemen Kelas, guru mudah untuk melihat dan mengamati setiap kemajuan/ perkembangan yang dicapai siswa, terutama siswa yang tergolong lamban.

3.      Untuk memberi kemudahan dalam mengangkat masalah-masalah penting untuk dibicarakan dikelas demi perbaikan pengajaran pada masa mendatang.

Ø  Sedangkan menurut Mudasir (2011:20), tujuan manajemen kelas atau pengelolaan adalah sebagai berikut:

1.      Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar.

2.      Menghilangkan berbagai hambatan belajar yang dapat menghalangi terwujudnya kegiatan belajar.

3.      Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa di kelas.

4.      Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi dan budaya serta sifat individual

    Jadi, dapat dipahami bahwa tujuan manajemen kelas adalah upaya untuk mendayagunakan potensi kelas. Berhubung kelas mempunyai peranan dan fungsi tertentu dalam menunjang keberhasilan proses edukatif, maka hal itu dapat memberikan dorongandan rangsanan terhadap anak didik untuk belajar. Dalam hal ini, guru harus mampu mengelola situasi dan suasana kelas dengan sebaik-baiknya. Intinya adalah agar setiap anak dapat bekerja dengan tertib sehingga tercapainya tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.

    Itulah tujuan dari Manajemen Kelas. Selanjutnya kita akan mengetahui apa saja prinsip-prinssip dari Manajemen Kelas. Berikut pembahasannya :

Prinsip-Prinsip Manajemen kelas

    Dalam manajemen kelas terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan sebagai prasyarat menciptakan satu model pembelajaran yang efektif dan efisien, yaitu (Muhaimin,2002:137-144):

1.      Prinsip Kesiapan (Readiness)

Kesiapan belajar ialah kematangan dan pertumbuhan fisik, psikis, inteligensi, latar belakang pengalaman, hasil belajar yang baku, motivasi, persepsi dan faktor-faktor lain yang memungkinkan seseorang dapat belajar.

2.      Prinsip Motivasi (Motivation)

Motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu. Adanya motivasi pada peserta didik maka akan bersungguh-sungguh menunjukkan minat, mempunyai perhatian, dan rasa ingin tahu yang kuat untuk ikut serta dalam kegiatan belajar, berusaha keras dan memberikan waktu yang cukup untuk melakukan kegiatan tersebut serta terus bekerja sampai tugas-tugas tersebut terselesaikan.

3.      Prinsip Perhatian

Perhatian merupakan suatu strategi kognitif yang mencakup empat keterampilan yaitu berorientasi pada suatu masalah, meninjau sepintas isi masalah, memusatkan diri pada aspek-aspek yang relevan dan mengabaikan stimuli yang tidak relevan. Dalam proses pembelajaran perhatian merupakan faktor yang besar pengaruhnya.

4.      Prinsip Persepsi

Prinsip umum yang perlu diperhatikan dalam menggunakan persepsi adalah (a) makin baik persepsi mengenai sesuatu makin mudah peserta didik belajar mengingat sesuatu tersebut. (b) dalam pembelajaran perlu dihindari persepsi yang salah karena hal ini akan memberikan pengertian yang salah pula pada peserta didik tentang apa yang dipelajari (c) dalam pembelajaran perlu diupayakan berbagai sumber belajar yang dapat mendekati benda sesungguhnya sehingga peserta didik memperoleh persepsi yang lebih akurat.

5.      Prinsip Retensi

Retensi adalah apa yang tertinggal dan dapat diingat kembali setelah seseorang mempelajari sesuatu. Dengan retensi membuat apa yang dipelajari dapat bertahan atau tertinggal lebih lama dalam struktur kognitif dan dapat diingat kembali jika diperlukan. Karena itu, retensi sangat menentukan hasil yang diperoleh peserta didik dalam proses pembelajaran.

6.      Prinsip Transfer

Transfer merupakan suatu proses dimana sesuatu yang pernah dipelajari dapat memengaruhi proses dalam mempelajari sesuatu yang baru. Dengan demikian, transfer berarti pengaitan pengetahuan yang sudah dipelajari dengan pengetahuan yang baru dipelajari. Pengetahuan atau keterampilan yang diajarkan di sekolah selalu diasumsikan atau diharapkan dapat dipakai untuk memecahkan masalah yang dialami dalam kehidupan atau dalam pekerjaan yang akan dihadapi kelak.

Setelah mengetahui pengertian, tujuan dan prinsip dari Manajemen Kelas, selanjutnya saya juga menyampaikan aspek dan fungsi Manajemen Kelas. Berikut pembahasannya:

Aspek dan Fungsi Manajemen Kelas

       Manajemen kelas menunjukkan kepada kegiatan-kegiatan yang menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar. Suatu keterampilan bertindak seorang guru yang didasarkan kepada pengertian tentang sifat-sifat kelas dan kekuatan yang mendorong mereka bertindak. Guru ini berusaha memahami dan mendiagnosa situasi kelas, kemudian bertindak selektif serta kreatif untuk memperbaiki kondisi, sehingga dapat diciptakan situasi belajar mengajar yang baik. Berikut ini akan diuraikan empat fungsi manajemen tersebut secara garis besar,yaitu:

1.      Perencanaan (planning)

Planning artinya merencanakan segala kegiatan dan aktivitas yang menyangkut penentuan tujuan-tujuan yang hendak dicapai selama masa yang akan datang dan apa yang harusdiperbuat agar dapat mencapai tujuan-tujuan itu dengan tepat dan sesuai dengan harapandan rencana yang telah ditetapkan.

2.      Pengorganisasian (organizing)

Organizing artinya mengkoordinir pengelompokan dan menentukan serta memberikan kegiatan penting serta memberikan kekuasaan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan padasetiap bagian-bagian yang telah dibentuk lewat perencanaan yang telah diakomodir dengan rapi dan sistematis oleh setiap elemen pemegang kebijakan.

3.      Pelaksana (actuating)

Penggerakan atau pengarahan adalah identik pemberian motivasi kepada staf agar dapat melaksanakan tugas dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan. Dengan kata lain seorang manajer harus mampu memberikan dorongan dan semangat kepada seluruh personil yang ada dibawah tanggung jawabnya.

4.      Pengawasan ( Controlling)

Pengawasan adalah upaya mengontrol setiap elemen dan bagian-bagian yang ada dibawah taanggung jawabnya. Kegiatan mengontrol ini merupakan suatu kewajiban bagi setiapmanajer. Karena dengan kontrol tersebut seorang manajer dapat mengetahui secara pasti seluruh kegiatan yang terjadi baik itu penyelewengan, penyalahgunaan wewenang dan tanggung jawab dan sebagainya

 Ada juga problem atau masalah dari Manajemen Kelas, yaitu :

Problem Manajemen Kelas

        Problem manajemen kelas dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori yaitu :  Problem individual dan problem kelompok. Munculnya problem individual disebabkan beberapa kemungkinan tindakan siswa seperti :

1.      Tingkah laku yang ingin mendapat perhatian orang lain.

2.      Tingkah laku yang ingin menujukkan kekuatan.

3.      Tingkah laku yang bertujuan menyakiti orang lain.

4.      Peragaan ketidak mampuan.

Sedangkan problem-problem kelompok yang muncul dalam kelas :

1.      Kelas kurang kohesif lantaran alasan jenis kelamin, suku, tingkatan sosial ekonomi, dan sebagainya.

2.      Penyimpangan dari norma-norma tingkah laku yang telah disepakai sebelumnya.

3.      Kelas mereaksi negatif terhadap salah seorang anggotanya.

4.      “Membombang” anggota kelas yang justru melanggar norma kelompok.

5.      Kelompok cenderung mudah dialihkan perhatiannya dari yang tengah digarap,semangat kerja rendah, kelas kurang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan baru seperti gangguan jadwal guru terpaksa diganti sementara oleh guru lain.(Mudasir 2002, hal. 155)


 Nah itulah penjelasan mengenai Manajemen Kelas, semoga bisa bermanfaat untuk teman-teman yang membacanya. Sampai bertemu di blog selanjutanya, terima kasih sudah mengunjungi blog saya. 

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


 

 

 

 

 





You May Also Like

0 komentar