MANAJEMEN KELAS
Bismillahirrahmanirrahim….
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Apa kabar sahabat blogger,
alhamdulillah pada kesempatan kali ini, saya masih bisa menyapa sahabat sekalian
walapun hanya melalui blog ini. Nah pada kesempatan kali ini, saya akan
menjelaskan mengenai manajemen kelas, yang mana salah satu tugas dari mata
kuliah Magang 1.
Pada kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan apa-apa saja yang ada pada Manajemen Kelas. Nah tanpa menunggu lama-lama, yuk simak penjelasannya berikut ini
Pengertian Manajemen Kelas
Manajemen kelas adalah ketentuan dan
prosedur yang diperlukan guna menciptakan dan memelihara lingkungan tempat
terjadi kegiatan belajar dan mengajar. Manajemen kelas juga dapat diartikan
sebagai perangkat perilaku dan kegiatan guru yang diarahkan untuk menarik
perilaku siswa yang wajar, pantas, dan layak serta usaha dalam meminimalkan
gangguan (Hasri, 2009:41).
Manajemen Kelas merupakan usaha guru
untuk menata dan mengatur tata-laksana kelas diawali dari perencanaan
kurikulum, penataan prosedur dan sumber belajar, pengaturan lingkungan kelas,
memantau kemajuan siswa, dan mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin timbul
di kelas.
Selain itu, Manajemen kelas ialah aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat untuk kepentingan belajar kelas itu agar hasil belajar yang optimal dapat dicapai. Sumber-sumber pendidikan yang dimaksud ialah orang-orang yang membantu para siswa belajar seperti instruktur, dan sebagainya, materi pelajaran, media belajar, lingkungan belajar, sarana atau fasilitas belajar, dan informasi yangbertalian dengan kelas itu. Sumber-sumber inilah yang dicari dan dipadukan untuk kepentingan kelas itu (Pidarta 1990, hal. 5)
Nah itulah pengertian dari Manajemen Kelas, selanjutnya kita akan mengetahui tujuan dari Manajemen Kelas itu sendiri. Yuk di simak, berikut ini pembahasannya :
Tujuan
Manajemen Kelas
Tujuan pengelolaan kelas pada
hakikatnya telah terkandung dalam tujuan pendidikan. Secara umum tujuan
pengelolaan kelas adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan
belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas.
Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja,
terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin,
perkembangan intelektual, emosional dan sikap serta apresiasi pada siswa
(Djamarah dan Zain, 2010:178).
Ø Tujuan
manajemen kelas adalah sebagai berikut (Wijaya dan Rusyan, 1994:114):
1. Agar
pengajaran dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan pengajaran dapat
dicapai secara efektif dan efisien.
2. Untuk
memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pelajarannya.
Dengan Manajemen Kelas, guru mudah untuk melihat dan mengamati setiap kemajuan/
perkembangan yang dicapai siswa, terutama siswa yang tergolong lamban.
3. Untuk
memberi kemudahan dalam mengangkat masalah-masalah penting untuk dibicarakan
dikelas demi perbaikan pengajaran pada masa mendatang.
Ø Sedangkan
menurut Mudasir (2011:20), tujuan manajemen kelas atau pengelolaan adalah
sebagai berikut:
1. Mewujudkan
situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai
kelompok belajar.
2. Menghilangkan
berbagai hambatan belajar yang dapat menghalangi terwujudnya kegiatan belajar.
3. Menyediakan
dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan
siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa
di kelas.
4. Membina
dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi dan budaya serta
sifat individual
Jadi, dapat dipahami bahwa tujuan manajemen kelas adalah upaya untuk mendayagunakan potensi kelas. Berhubung kelas mempunyai peranan dan fungsi tertentu dalam menunjang keberhasilan proses edukatif, maka hal itu dapat memberikan dorongandan rangsanan terhadap anak didik untuk belajar. Dalam hal ini, guru harus mampu mengelola situasi dan suasana kelas dengan sebaik-baiknya. Intinya adalah agar setiap anak dapat bekerja dengan tertib sehingga tercapainya tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.
Itulah tujuan dari Manajemen Kelas. Selanjutnya kita akan mengetahui apa saja prinsip-prinssip dari Manajemen Kelas. Berikut pembahasannya :
Prinsip-Prinsip Manajemen kelas
Dalam manajemen kelas terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan sebagai prasyarat menciptakan satu model pembelajaran yang efektif dan efisien, yaitu (Muhaimin,2002:137-144):
1.
Prinsip Kesiapan (Readiness)
Kesiapan
belajar ialah kematangan dan pertumbuhan fisik, psikis, inteligensi, latar
belakang pengalaman, hasil belajar yang baku, motivasi, persepsi dan
faktor-faktor lain yang memungkinkan seseorang dapat belajar.
2.
Prinsip Motivasi (Motivation)
Motivasi
adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke
arah suatu tujuan tertentu. Adanya motivasi pada peserta didik maka akan
bersungguh-sungguh menunjukkan minat, mempunyai perhatian, dan rasa ingin tahu
yang kuat untuk ikut serta dalam kegiatan belajar, berusaha keras dan
memberikan waktu yang cukup untuk melakukan kegiatan tersebut serta terus
bekerja sampai tugas-tugas tersebut terselesaikan.
3.
Prinsip Perhatian
Perhatian merupakan suatu strategi kognitif yang mencakup empat keterampilan yaitu berorientasi pada suatu masalah, meninjau sepintas isi masalah, memusatkan diri pada aspek-aspek yang relevan dan mengabaikan stimuli yang tidak relevan. Dalam proses pembelajaran perhatian merupakan faktor yang besar pengaruhnya.
4.
Prinsip Persepsi
Prinsip
umum yang perlu diperhatikan dalam menggunakan persepsi adalah (a) makin baik
persepsi mengenai sesuatu makin mudah peserta didik belajar mengingat sesuatu
tersebut. (b) dalam pembelajaran perlu dihindari persepsi yang salah karena hal
ini akan memberikan pengertian yang salah pula pada peserta didik tentang apa
yang dipelajari (c) dalam pembelajaran perlu diupayakan berbagai sumber belajar
yang dapat mendekati benda sesungguhnya sehingga peserta didik memperoleh
persepsi yang lebih akurat.
5.
Prinsip Retensi
Retensi
adalah apa yang tertinggal dan dapat diingat kembali setelah seseorang
mempelajari sesuatu. Dengan retensi membuat apa yang dipelajari dapat bertahan
atau tertinggal lebih lama dalam struktur kognitif dan dapat diingat kembali
jika diperlukan. Karena itu, retensi sangat menentukan hasil yang diperoleh
peserta didik dalam proses pembelajaran.
6.
Prinsip Transfer
Transfer merupakan suatu proses dimana sesuatu yang pernah dipelajari dapat memengaruhi proses dalam mempelajari sesuatu yang baru. Dengan demikian, transfer berarti pengaitan pengetahuan yang sudah dipelajari dengan pengetahuan yang baru dipelajari. Pengetahuan atau keterampilan yang diajarkan di sekolah selalu diasumsikan atau diharapkan dapat dipakai untuk memecahkan masalah yang dialami dalam kehidupan atau dalam pekerjaan yang akan dihadapi kelak.
Setelah mengetahui pengertian, tujuan dan prinsip dari Manajemen Kelas, selanjutnya saya juga menyampaikan aspek dan fungsi Manajemen Kelas. Berikut pembahasannya:
Aspek dan
Fungsi Manajemen Kelas
Manajemen
kelas menunjukkan kepada kegiatan-kegiatan yang menciptakan dan mempertahankan
kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar. Suatu keterampilan
bertindak seorang guru yang didasarkan kepada pengertian tentang sifat-sifat
kelas dan kekuatan yang mendorong mereka bertindak. Guru ini berusaha memahami
dan mendiagnosa situasi kelas, kemudian bertindak selektif serta kreatif untuk memperbaiki
kondisi, sehingga dapat diciptakan situasi belajar mengajar yang baik. Berikut
ini akan diuraikan empat fungsi manajemen tersebut secara garis besar,yaitu:
1. Perencanaan
(planning)
Planning
artinya merencanakan segala kegiatan dan aktivitas yang menyangkut penentuan tujuan-tujuan
yang hendak dicapai selama masa yang akan datang dan apa yang harusdiperbuat
agar dapat mencapai tujuan-tujuan itu dengan tepat dan sesuai dengan harapandan
rencana yang telah ditetapkan.
2. Pengorganisasian
(organizing)
Organizing
artinya mengkoordinir pengelompokan dan menentukan serta memberikan kegiatan
penting serta memberikan kekuasaan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan
padasetiap bagian-bagian yang telah dibentuk lewat perencanaan yang telah
diakomodir dengan rapi dan sistematis oleh setiap elemen pemegang kebijakan.
3. Pelaksana
(actuating)
Penggerakan
atau pengarahan adalah identik pemberian motivasi kepada staf agar dapat
melaksanakan tugas dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan. Dengan kata
lain seorang manajer harus mampu memberikan dorongan dan semangat kepada
seluruh personil yang ada dibawah tanggung jawabnya.
4. Pengawasan
( Controlling)
Pengawasan adalah upaya mengontrol setiap elemen dan bagian-bagian yang ada dibawah taanggung jawabnya. Kegiatan mengontrol ini merupakan suatu kewajiban bagi setiapmanajer. Karena dengan kontrol tersebut seorang manajer dapat mengetahui secara pasti seluruh kegiatan yang terjadi baik itu penyelewengan, penyalahgunaan wewenang dan tanggung jawab dan sebagainya
Ada juga problem atau masalah dari Manajemen
Kelas, yaitu :
Problem
Manajemen Kelas
Problem
manajemen kelas dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori yaitu : Problem individual dan problem kelompok. Munculnya
problem individual disebabkan beberapa kemungkinan tindakan siswa seperti :
1. Tingkah
laku yang ingin mendapat perhatian orang lain.
2. Tingkah
laku yang ingin menujukkan kekuatan.
3. Tingkah
laku yang bertujuan menyakiti orang lain.
4. Peragaan ketidak mampuan.
Sedangkan problem-problem kelompok
yang muncul dalam kelas :
1. Kelas
kurang kohesif lantaran alasan jenis kelamin, suku, tingkatan sosial ekonomi,
dan sebagainya.
2. Penyimpangan
dari norma-norma tingkah laku yang telah disepakai sebelumnya.
3. Kelas
mereaksi negatif terhadap salah seorang anggotanya.
4. “Membombang”
anggota kelas yang justru melanggar norma kelompok.
5. Kelompok
cenderung mudah dialihkan perhatiannya dari yang tengah digarap,semangat kerja
rendah, kelas kurang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan baru seperti
gangguan jadwal guru terpaksa diganti sementara oleh guru lain.(Mudasir 2002,
hal. 155)
Nah itulah penjelasan mengenai Manajemen Kelas, semoga bisa bermanfaat untuk teman-teman yang membacanya. Sampai bertemu di blog selanjutanya, terima kasih sudah mengunjungi blog saya.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



0 komentar