MANAJEMEN SEKOLAH
MANAJEMEN
SEKOLAH
Nama
: Putri Anggraini
Kelas
: PAI 4F
NIM
11901135
MAKUL
: Magang 1
Bismillahirrahmanirrahim….
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Apa
kabar sahabat bloger, alhamdulillah pada kesempatan kali ini, saya masih bisa
menyapa sahabat sekalian walaupun hanya melalui blog. Nah pada kesempatan kali
ini, saya akan menjelaskan mengenai manajemen sekolah, yang mana ini sebagai
tugas dari mata kuliah Magang 1.
Baiklah,
sebelumnya saya sudah menulis di blog saya pada minggu lalu mengenai Kultur
Sekolah, yang mana kultur sekolah itu sebagai pola nilai-nilai, norma-norma, sikap,
ritual, mitos dan kebiasaan-kebiasaan yang terbentuk dalam perjalanan panjang
sekolah, di mana kultur sekolah tersebut dipegang bersama oleh kepala sekolah,
guru, staf, maupun siswa, sebagai dasar mereka dalam memahami dan memecahkan
berbagai persoalan yang muncul di sekolah.
Nah
itulah pengertian dari kulutr sekolah yang telah saya sampaikan dan saya tulis
di blog saya. Kemudian ada juga manajemen sekolah, sebelum itu kita akan
membahas mengenai pengertian dari manajemen itu sendiri.
A.
Pengertian
Manajemen
Secara etimologis, kata manajemen
berasal dari Bahasa Inggris, yakni management, yang dikembangkan dari kata to
manage, yang artinya mengatur atau mengelola. Kata manage itu
sendiri berasal dari Bahasa Italia, yaitu maneggio, yang diadopsi dari
Bahasa Latin managiare, dan berasal dari kata manus, yang artinya tangan,
nah ini menururt (Samsudin, 2006: 15).
Sementara
di dalam kamus bahasa indonesia, kata manajemen ini bisa didefinisikan sebagai suatu
proses penggunaan sumber daya secara efektif guna mencapai apa yang telah
mencapai sasaran organisasi atau tujuan yang ingin dicapai.
Kemudian,
ada juga pengertian manajemen yang disampaikan oleh para ahli ni, mau tau kan
apa saja… Langsung saja kita lihat penjelasan dari para ahli mengenai manajemen
itu sendiri.
1. Hani
Handoko : beliau mengatakan bahwa ada beberapa alasan ni mengapa manajemen itu
diperlukan. Pertama manajemen diperlukan agar tujuan pribadi dan organisasi
dapat tercapai sesuai target. Kedua, manajemen diperlukan untuk menjaga
keseimbangan antara tujuan, sasaran, dan kegiatan yang bertentangan. Sehingga
dapat tercapai kesamaan tujuan, sasaran, maupun kegiatan. Kemudian yang ketiga
yaitu, manajemen ini dibutuhkan untuk mencapai efisiensi dan efektivitas suatu
organisasi. Terlebih sebuah organisasi yang baru berkembang, organisasi
tersebut membutuhkan manajemen dalam beberapa bidang seperti manajemen
strategi, manajemen sumber daya manusia, manajemen produksi, manajemen
pemasaran, dan beberapa manajemen lainnya yang dibutuhkan.
2. Mary
Parker Follet : menurut Follet, manajemen adalah suatu seni untuk menyelesaikan
pekerjaan melalui orang lain. Dengan kata lain, pekerjaan ini membutuhkan
seorang manajer untuk mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai suatu
tujuan yang telah disepakati bersama.
3. George
R. Terry : didalam buku yang berjudul berjudul Principles of Management,
yang mana buku tersebut ditulis oleh dirinya sendiri. Di dalam buku tersebut,
Teryy menjelaskan pengertian manajemen yaitu suatu proses yang tediri
perencanaan, pengorganisasian, penggerak, dan pengendalian yang dilakukan untuk
menentukan dan mencapai tujuan dengan menggunkan orang dan sumber daya.
Nah
itulah beberapa pengertian manajemen menurut beberapa ahli. Jadi dapat
disimpulkan bahwa manajemen itu, adalah perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, dan pengendalian (P4) sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan
secara efektif dan efisien. Sebenarnya manajemen sudah ada sejak zaman dahulu.
Hal ini, karena manajemen bukan hanya dilakukan untuk mengatur suatu organisai
atau perusahaan saja. Namun, berfungsi juga untuk mengatur diri sendiri maupun
untuk mengatur 2 orang.
Setelah kita mengetahui pengertian manajemen,
baik secara bahasa maupun menurut para ahli, selanjutnya saya akan membahas
pengertian dari sekolah. Pasti sahabat sekalian sudah ada yang tau apa itu sekolah,
tapi sebelumnya kita cari tahu dulu pengertian dari sekolah itu sendiri.
B.
Pengertian
Sekolah
Sekolah
merupakan suatu hal yang sangat penting untuk kehidupan manusia dengan tidak
adanya sekolah, maka kualitas pendidikan masyarakat yang ada di Indonesia jadi
akan terganggu. Kehidupan yang dijalaninya pun juga tidak akan terjamin, banyak
terjadinya pengangguran dimana-mana sebab ilmu yang dimiliki tidak mampu untuk
memenuhi standar yang diinginkan. Jadi, pendidikan itu sangat penting bagi kita
sebagai generasi penerus bangsa. Untuk itu, Peran orang tua sangat penting
sebagai dorongan bagi anak-anaknya untuk tetap terus semangat dalam menempuh
pendidikan sekolah. Peran orang tua sebagai pendidik sejati sementara
digantikan dan diserahkan sepenuhnya kepada tenaga pendidik yang lebih
profesional dalam hal bidangnya.
Secara umum sekolah merupakan sebuah
lembaga pendidikan yang bersifat formal, non formal maupun informal yang
didirikan oleh negara ataupun swasta yang dirancang mengajari, mendidik melalui
didikan yang telah diberikan oleh tenaga pendidik. Untuk membuat sebuah sekolah
harus memiliki sarana dan prasarana yang memadai, seperti ruang belajar,
perpustakaan, ruang kantor, masjid, ruang komputer ataupun yang lainnya.
Sekolah adalah suatu lembaga yang
digunakan untuk kegiatan belajar bagi para pendidik serta menjadi tempat
memberi dan juga menerima pelajaran yang sesuai dengan bidangnya. Sekolah
menjadi salah satu tempat untuk mendidik anak-anak dengan maksud untuk
memberikan ilmu yang diberikan supaya mereka mampu menjadi manusia yang berguna
bagi bangsa dan juga negara. Sekolah memiliki peran yang sangat penting bagi
kehidupan bangsa. Untuk itu, saya akan berikan penjelasan mengenai fungsi
sekolah yang perlu kita ketahui bersama yaitu diantaranya :
a) Mempersiapkan
Peserta Didik Suatu Pekerjaan
Bagi
para peserta didik yang telah lulus untuk menempuh pendidikannya, maka
diharapkan sanggup untuk mendapatkan bahkan
membuka lapangan pekerjaan tertentu.
b) Memberikan
Keterampilan Dasar
Sekolah
mampu memberikan keterampilan dasar bagi para pendidik berupa membaca, menulis
dan juga berhitung. Untuk itu sangat dibutuhkan tiga hal tersebut dalam
kehidupan manusia. Sebab manusia tidak akan terlepas dari hal tersebut, apalagi
bagi mereka yang ingin mendapatkan pekerjaan yang baik.
c) Memberikan
Pengetahuan Umum
Ketika
kita menempuh pendidikan, maka tentunya kita akan diberikan ilmu yang mungkin
selama ini kita tidak pernah tahu sebelumnya, maka dari itu dengan kita
mengecap pendidikan maka ilmu yang kita dapat pun akan bertambah. Maka dari itu
jangan lelah untuk terus bersekolah, karena dari situ kehidupan anda akan
menjadi lebih baik.
Setelah mengetahui pengertian
manajemen dan juga sekolah, selanjutnya kita akan mengetahui pengertian dari
manajemen sekolah itu sendiri, yang mana sudah dijleaskan apa saja pengertian dari manajemen dan juga
sekolah.
C.
Pengertian
Manajemen Sekolah
Manajemen
sekolah adalah Suatu usaha yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai
tujuan belajar-mengajar yang optimal. Maka dengan demikian ada beberapa faktor
manajemen sekolah sebagai berikut:
1) Faktor
Fungsi Pokok Manajemen Sekolah
Manajemen
sekolah perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan minat peserta didik, guru-guru
serta masyarakat setempat, untuk itu perlu dipahami fungsi-fungsi pokok
manajemen, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pembinaan.
2) Faktor
Efektivitas, Efisiensi dan Produktivitas
Manajemen Sekolah
Efektivitas,
efisiensi dan produktivitas manajemen sekolah harus sejak awal ditetapkan agar
dapat diketahui dampaknya sejak dini terhadap pencapaian tujuan pendidikan pada
umumnya, khususnya dalam merealisasikan berbagai program sekolah. Dengan
demikian sejak awal dapat diperbaiki kelemahan-kelemahan atau
kekurangan-kekurangan, sementara kelebihan dan kekuatan dapat dipertahankan.
3) Faktor
Pendidik
Yang
termasuk pendidik di sini adalah orang tua, guru, masyarakat dan teman-temannya
yang dapat mempengaruhi semangat belajar seorang anak. pendidik pertama dan
paling utama bagi anak dan dapat membawa pengaruh yang sangat besar terhadap pendidikan anak
adalah orang tuanya. Oleh karena itu sifat-sifat orang tua, praktek pengelolaan
keluarga, ketegangan keluarga, semuanya dapat memberi dampak baik ataupun buruk
terhadap kegiatan belajar dan hasil yang dicapai oleh anak.
4) Faktor
Pengaruh Lingkungan Masyarakat
Kehidupan
dalam masyarakat merupakan lingkungan ketiga bagi anak dan juga merupakan salah
satu faktor yang sangat mempengaruhi terhadap keberhasilan pendidikan mereka.
Karena dalam lingkungan masyarakat inilah seorang anak akan menerima
bermacam-macam pengalaman, baik yang bersifat positif maupun negatif. Di sini
anak akan menerima didikan dan pengalaman yang berbeda-beda sesuai dengan
keadaan lingkungan masyarakat di tempat ia berada. Apa saja yang diterima anak
dalam masyarakat akan turut mempengaruhinya.
Dalam arti sempit manajemen sekolah adalah perencanaan program
sekolah, pelaksanaan program sekolah, kepemimpinan kepala sekolah,
pengawasan/evaluasi, dan sistem informasi sekolah. Manajemen sekolah dalam
melakukan kegiatan sekolah diperlukan:
1) Kepala
sekolah yang mampu menjadikan sekolah secara terus menerus menyesuaikan dengan
kondisi internal dan eksternal yang paling mutakhir.
2) Kepala
sekolah mampu mengkondisikan dan mengkoordinasikan seluruh sumber daya manusia
untuk pencapaian tujuan.
3) Kepala
sekolah dapat mempengaruhi sumber daya manusia dalam pencapaian tujuan jika melakukan
pendekatan secara manusiawi.
4) Kepala
sekolah harus menyadari bahwa, sumber daya manusia adalah satu komponen penting
dalam perencanan organisasi.
5) dalam
pengelolaannya, kepala sekolah harus mampu menegakkan hubungan yang serasi antara tujuan sekolah dengan
perilaku sumber daya manusia yang ada.
6) Dalam
meningkatkan efektivitas dan efisiensi sekolah,
sangsi sumber daya manusia harus ditumbuhkan sebagai kekuatan utama. Dalam manajemen sekolah
kepemimpinan yang baik, kepala sekola h harus mengelola sekolah dengan dibantu
sumberdaya yang ada di sekolah.
D. Prinsip-prinsip Manajemen Sekolah
Selanjutnya,
manajemen sekolah memiliki beberapa prinsip yakni:
1) Equifinality,
Prinsip ini berdasarkan teori modern yang berasumsi bahwaterdapat beberapa
metode yang berbeda dalam pencapaiantujuan.
2) Decentralization,
adalah gejala yang penting dalam reformasi manajemen sekolah modern. Prinsip
desentralisasi ini konsistendengan prinsip ekuifinaltias. Prinsip
desentralisasi dilKitasi olehteori dasar bahwa pengelolaan sekolah dan
aktivitas pengajarantak dapat dielekakan dari kesultian dan permasalahan.
3) Self-Management
System, Manajemen sekolah yang bermutu harus menyadari bahwa
pentingnya mempersilahkan sekolah menjadi sistem pengelolaan secara mandiri di
bawah kebijakannya sendiri.
4) Human
Initiative, Berdasarkanperspektif ini maka Manajemen Sekolah
bertujuan untuk membangun lingkungan yang sesuai untuk warga sekolah agardapat
bekerja dengan baik dan mengembangkan potensinya.Oleh karena itu, peningkatan
kualitas pendidikan dapat di ukur dari perkembangan aspek sumber daya
manusianya. rinsip ini mengakui bahwa manusia bukanlah sumber dayayang statis,
melainkan dinamis. Oleh karena itu, potensi sumber daya manusia harus selalu
digali, ditemukan, dan kemudian dikembangkan.
E.
Fungsi-fungsi
Manajemen
Fungsi
Manajemen ialah berbagai jenis tugas atau kegiatanmanajemen yang mempunyai
peranan khas dan bersifat salingmenunjang untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkansebelumnya. Fungsi-fungsi manajemen diantaranya dibagimenjadi enam
macam fungsi, yaitu :
1) Perencanaan
(Planning). Dengan adanya perencanaan akan dapat mengarahkan, mengurangi
pengaruh lingkungan, mempengaruh tumpangtindih, serta merancang standar untuk
memudahkan pengawasan. Dengan perencanaan yang dibuat akan dapat
mengkoordinirberbagai kegiatan, mengarahkan para manajer dan pegawaikepada
tujuan yang akan dicapai.
2) Pengorganisasian
(Organizing). Organisasi adalah berkumpulnya sejumlah orang yangbekerjasama
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkansebelumnya. Setelah rencana disusun
oleh manajer atau kepalasekolah dan tim, maka tugas selanjutnya adalah
mengorganisirsumber daya manusia dan sumber daya fisik, sehingga
dapattermanfaatkan secara tepat. Sedangkan pengorganisasian (organizing) adalah
proses dimana pekerjaan yang ada dibagi dalam komponen-komponenyang dapat
ditangani dan aktivitas mengkoordinasan hasil-hasilyang akan dicapai sehingga
tujuan yang ditetapkan dapat tercapai.
3) Menggerakkan
(Actuating), adalah suatu tindakan untuk mengusahakanagar semua anggota
kelompok berusaha untuk mencapaisasaran sesuai dengan perencanaan yang telah
ditetapkan.Sehingga dapat terlaksana dengan baik.
4) Kepemimpinan
(Leadership), Indikator keberhasilan seorang manajer atau kepala
sekolahdalam mengelolah organisasi adalah keterampilan dan gayamemimpin.
5) Pengawasan
(Controlling). Fungsi pengawasan mencakup semua aktifitas yangdilakspeserta
didikan oleh manager dalam upaya memastikanbahwa hasil aktual sesuai dengan
hasil yang direncpesertadidikan.
6) Penyusunan
(Staffing). Penyusunan disini termasuk perekrutan karyawan,pemanfaatan sarana
dan prasarana, pelatihan, pendidikan danpengembangan sumber daya karyawan
tersebut dengan efektif.
Nah, iulah pengertian dari manajemen sekolah
dan juga beberapa bagian-bagian yang ada dalam manajemen sekolah. Semoga apa
yang saya tulis di blog ini, bisa bermanfaat bagi sahabat yang mmbacanya. Saya mohon
maaf jika ada kesalahan dalam penulisan ini. Sampai ketemu di blog saya
selanjutnya ya…
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…




0 komentar