Kultur Sekolah

 




KULTUR SEKOLAH

 

 Nama : Putri Anggraini

Kelas : PAI 4F

NIM : 11901135

Makul : Magang 1

Dosen Pengampu : Farninda Ditya, M.Pd.

 

Identiats Jurnal

Judul Jurnal/Penulis : Kultur Sekolah (Ariefa Efieaningrum)

Kultur Sekolah Dan Kinerja Peserta Didik MAN Yogyakarta III” (Nurul Imtihan):

 

Bismillahirrahmanirrahim, assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini, Allah masih memberikan nikmat kepada saya, sehingga saya bisa menulis lagi di blog saya kali ini. Baiklah pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan hasil bacaan saya, yang mana ini merupakan salah satu tugas dari mata kulah Magang 1. Baiklah, sebelumnya kita harus tau dulu, apa pengertian dari kultur

 




APA ITU KULTUR ?...

 

Istilah kultur berasal dari bahasa Inggris “culture” yang dalam keseharian disinonimkan  dengan istilah “budaya”. Kultur dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai kebudayaaan (Depdiknas, 2001: 611). Istilah budaya sendiri dalam berbagai wacana, ada yang membedakan dan ada juga yang menyamakannya dengan kebudayaan (Koentjaraningrat, 1983:183).

Dikatakan berbeda sebab budaya berasal dari bahasa Sanskerta “buddhi”, yang berarti “budi” atau “akal” yang berupa cipta, rasa, dan karsa, sedangkan kebudayaan adalah hasil dari cipta, rasa, dan karsa itu. Dikatakan sama sebab dari segi anthropologi budaya misalnya, budaya merupakan singkatan dari kebudayaan. Dengan demikian, kedua istilah itu sebenarnya  mempunyai pengertian yang sama.

Dapat disimpulkan bahwa kultur atau budaya dalam suatu organisasi  dapat dikatakan sebagai ide, gagasan atau nilai,  persepsi, serta pandangan hidup tentang suatu  organisasi yang tampak dalam aktivitas yang  berpola, teratur, dan ada unsur kebiasaan, serta dapat menghasilkan sesuatu sebagai karya organisasi/kelompok. Berbicara mengenai budaya suatu organisasi sesungguhnya menyangkut pandangan makro yang mengacu pada budaya dominannya. Budaya dominan mengungkapkan nilai-nilai inti yang dianut bersama oleh suatu mayoritas anggota organisasi.

Kemudian, setelah mengetahui pengertian dari kultur, kita juga harus tau pengertian dari sekolah itu sendiri, mungkin sebagian dari kita sudah ada yang apa itu sekolah, dalam jurnal  yang berjudul “Kultur Sekolah Dan Kinerja Peserta Didik MAN Yogyakarta III”. Dijelaskan bahwa:

Sekolah adalah juga sebuah organisasi yang di dalamnya terdapat sekumpulan orang-orang yang masing-masing mempunyai tujuan, mereka terhimpun ke dalam satu susunan yang masing-masing mempunyai tugas dan tangung jawab. Sebagai sebuah organisasi sekolah adalah institusi yang mempunyai peran dan tujuan/harapan. Dalam menjalankan peran dan mencapai tujuan itu di dalamnya berlaku norma, aturan, atau ketentuan-ketentuan yang mengatur hubungan kerja antara orang yang satu dengan yang lain. Kemudian ada jug pengertian dari Kultur Sekolah

Menurut Zamroni (2000: 149), konsep kultur dalam dunia pendidikan berasal dari kultur tempat kerja di dunia industri, yakni merupakan situasi yang akan memberikan landasan dan arah untuk berlangsungnya suatu proses produksi secara efektif dan efisien. Sebagaimana tidak ada satu definisi baku tentang budaya, demikian juga tidak ada definisi baku mengenai kultur sekolah.

Berdasarkan berbagai definisi tentang budaya, Zamroni merumuskan pengertian kultur sekolah sebagai pola nilai-nilai, norma-norma, sikap, ritual, mitos dan kebiasaan-kebiasaan yang terbentuk dalam perjalanan panjang sekolah, di mana kultur sekolah tersebut dipegang bersama oleh kepala sekolah, guru, staf, maupun siswa, sebagai dasar mereka dalam memahami dan memecahkan berbagai persoalan yang muncul di sekolah.

 

Nah, selain itu budaya/kultur juga memiliki pengertian yang lain, yakni :

Budaya/kultur merupakan kekuatan konstitutif untuk  inovasi dan perubahan sosial, sekaligus memiliki kekuatan reflektif dalam melakukan peran legitimasi sosial. Kultur meliputi faktor material yang tangible dan non-material yang intangible. Realitas menunjukkan bahwa kunci keberhasilan pendidikan seringkali justru terletak pada faktor yang tak terlihat.

Karenanya, menekankan perbaikan pendidikan di sekolah pada proses restrukturisasi semata, tidak lagi memadai. Namun demikian, restrukturisasi yang bersifat struktural dan rekonstruksi yang bersifat kultural tidak perlu saling menegasikan dalam praktiknya. Dalam pengembangan kultur sekolah, terdapat aneka pilihan alternatif yang dapat disesuaikan dengan visi-misi dan kondisi sekolah, serta profil siswa dalam aneka kecerdasan majemuk (multiple intelligence).

Budaya sekolah juga merupakan tradisi dan ritual yang kompleks, yang telah dibangun dari waktu ke waktu oleh guru, siswa, orang tua, dan administrator yang bekerja sama dalam menangani krisis dan prestasi. Budaya sekolah juga meliputi simbol dan cerita yang mengkomunikasikan nilai-nilai inti, memperkuat misi, membangun komitmen dan rasa kebersamaan. Sekolah berperan dalam menyampaikan kebudayaan dari generasi ke generasi dan oleh karena itu harus selalu memperhatikan kondisi masyarakat dan kebudayaan umum.

Namun demikian, di sekolah itu sendiri timbul pola kelakuan tertentu. Kebudayaan sekolah merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat luas, namum mempunyai ciri-ciri yang khas atau unik sebagai sub-kebudayaan. Timbulnya sub-kebudayaan sekolah juga terjadi karena sebagian besar dari waktu siswa terpisah dari kehidupan orang dewasa.

Nah, itulah pengertian singkat mengenai Kultur itu sendiri. Kemudian, bagaimana dengan Kultur Sekolah. Jadi dari jurnal yang saya baca mengenai kultur sekolah yang di tulis oleh Ariefa Efieaningrum, yang mana beliau menjelaskan dalam jurnal bahwa Kultur Sekolah atau yang sering disebut dengan budaya sekolah ini, merupakan suatu himpunan dari norma-norma, nilai-nilai dan keyakinan, ritual dan upacara. 

 

Demikianlah penjelasan mengenai Kultur sekolah itu sendiri, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

You May Also Like

0 komentar