KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK
KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK
PUTRI ANGGRAINI
11901135
PAI 4F
MAGANG 1
Bismillahirrahmanirrahim….
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Apa kabar sahabat bloger,
alhamdulillah pada kesempatan kali ini, saya masih bisa menyapa sahabat sekalian
walapun hanya melalui blog ini. Nah pada kesempatan kali ini, saya akan
menjelaskan mengenai Karakteristik Peserta Didik, yang mana salah satu tugas dari mata
kuliah Magang 1.
Pada kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan apa-apa saja yang ada pada Karakteristik Peserta Didik. Nah tanpa menunggu lama-lama, yuk simak penjelasannya berikut ini
Karakteristik
Peserta Didik
Karakteristik
peserta didik dapat diartikan keseluruhan pola kelakukan atau kemampuan yang
dimiliki peserta didik sebagai hasil dari pembawaan dan lingkungan, sehingga
menentukan aktivitasnya dalam mencapai cita-cita atau tujuannya. Dengan kata
lain karakteristik peserta didik adalah latar belakang pengalaman yang dimiliki
oleh peserta didik termasuk aspek-aspek lain yang ada pada diri mereka seperti
kemampuan umum, ekspektasi terhadap pembelajaran dan ciri-ciri jasmani serta
emosional siswa yang memberikan dampak terhadap keefektifan belajar.
Sehingga
pemahaman atas karakteristik peserta didik dimaksudkan untuk mengenali
ciri-ciri dari setiap peserta didik yang nantinya akan menghasilkan berbagai
data terkait siapa peserta didik dan sebagai informasi penting yang nantinya
dijadikan pijakan dalam menentukan berbagai metode yang optimal guna mencapai
keberhasilan kegiatan pembelajaran.
Jenis
Karakteristik Peserta Didik
Suatu
proses pembelajaran akan dapat berlangsung secara efektif atau tidak, sangat
ditentukan oleh seberapa tinggi tingkat pemahaman pendidik tentang
karakteristik yang dimiliki peserta didiknya. Pemahaman karakteristik peserta
didik sangat menentukan hasil belajar yang akan dicapai, aktivitas yang perlu
dilakukan, dan assesmen yang tepat bagi peserta didik. Atas dasar ini sebenarnya
karakteristik peserta didik harus menjadi perhatian dan pijakan pendidik dalam
melakukan seluruh aktivitas pembelajaran. Karakteristik peserta didik meliputi:
etnik, kultural, status sosial, minat, perkembangan kognitif, kemampuan awal,
gaya belajar, motivasi, perkembangan emosi, perkembangan sosial, perkembangan
moral dan spiritual, dan perkembangan motorik.
Jenis Karakteristik Peserta Didik
1. Etnik
Pendidik dalam melakukan
proses pembelajaran perlu memperhatikan jenis etnik apa saja yang terdapat
dalam kelasnya. Dalam sekolah dan kelas tertentu terdapat multi etnik/suku
bangsa, seperti dalam satu kelas kadang terdiri dari peserta didik etnik Jawa,
Sunda, Madura, Minang, dan Bali, maupun etnik lainnya. Data tentang keberagaman
etnis di kelasnya menjadi informasi yang sangat berharga bagi pendidik dalam
menyelenggarakan proses pembelajaran. Seorang pendidik yang menghadapi peserta
didik hanya satu etnik di kelasnya, tentunya tidak sesulit yang multi etnik.
Proses pembelajaran dengan peserta didik yang multi etnik
maka dalam melakukan interaksi dengan peserta didik di kelas tersebut perlu
menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh semua peserta didiknya. Kemudian
ketika guru memberikan contoh-contoh untuk memperjelas materi yang sedang
dibahasnya hendaknya contoh yang dapat dimengerti dan dipahami oleh semuanya.
2. Kultural
Peserta didik kita
sebagai anggota suatu masyarakat memiliki budaya tertentu dan sudah barang
tentu menjadi pendukung budaya tersebut. Budaya yang ada di masyarakat kita
sangatlah beragam, seperti kesenian, kepercayaan, norma, kebiasaan, dan adat
istiadat. Peserta didik yang kita hadapi mungkin berasal dari berbagai daerah
yang tentunya memiliki budaya yang berbeda-beda sehingga kelas yang kita hadapi
kelas yang multikultural. Pendidikan multikultural memiliki ciri-ciri:
a) Tujuannya
membentuk “manusia budaya” dan menciptakan manusia berbudaya (berperadaban).
b) Materinya
mangajarkan nilai-nilai luhur kemanusiaan, nilai-nilai bangsa, dan nilai-nilai
kelompok etnis (kultural).
c) metodenya
demokratis, yang menghargai aspek-aspek perbedaan dan keberagaman budaya bangsa
dan kelompok etnis (multikulturalisme).
d) Evaluasinya
ditentukan pada penilaian terhadap tingkah laku anak didik yang meliputi aspek
persepsi, apresiasi, dan tindakan terhadap budaya lainnya.
3. Status
Sosial
Peserta didik pada suatu kelas biasanya berasal dari status
sosial-ekonomi yang berbeda-beda. Peserta didik dengan bervariasi status
ekonomi dan sosialnya menyatu untuk saling berinteraksi dan saling melakukan
proses pembelajaran. Perbedaan ini hendaknya tidak menjadi penghambat dalam
melakukan proses pembelajaran. Namun tidak dapat dipungkiri kadang dijumpai
status sosial ekonomi ini menjadi penghambat peserta didik dalam belajar secara
kelompok.
4. Minat
Minat merupakan suatu sumber motivasi yang mendorong
seseorang untuk melakukan kegiatan yang dipilihnya. Sebenarnya minat belajar
peserta didik memegang peran yang sangat penting, sehingga perlu untuk terus ditumbuh
kembangkan sesuai dengan minat yang dimiliki seorang peserta didik. Implikasi
dengan adanya variasi status-sosial ekonomi ini pendidik dituntut untuk mampu
bertindak adil dan tidak diskriminatif.
5. Perkembangan
Kognitif
Tingkat perkembangan kognitif yang dimiliki peserta didik
akan mempengaruhi guru dalam memilih dan menggunakan pendekatan pembelajaran,
metode, media, dan jenis evaluasi. Berdasarkan teori perkembangan dari Piaget
tersebut, dikaitan dengan tahap perkembangan intelektual sebagai berikut:
a) Bahwa
perkembangan intelektual terjadi melalui tahap-tahap beruntun yang selalu
terjadi dengan urutan yang sama. Maksudnya setiap manusia akan mengalami urutan
tersebut dan dengan urutan yang sama;
b) Bahwa
tahap-tahapperkembangan didefinisikan sebagai suatu cluster dari operasi mental
(pengurutan, pengekalan, pengelompokkan. pembuatan hipotesis dan
penarikankesimpulan) yang menunjukkan adanya tingkah laku intelektual.
c) Bahwa
gerak melalui melalui tahap-tahap tersebut dilengkapi oleh keseimbangan
(equilibration), proses pengembangan yang menguraikan tentang interaksi antara
pengalaman (asimilasi) dan struktur kognitif yang timbul (akomodasi).
6. Kemampuan
Awal
Merupakan keadaan pengetahuan dan keterampilan yang harus
dimiliki terlebih dahulu oleh peserta didik sebelum mempelajari pengetahuan
atau keterampilan baru. Pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki
terlebih dahulu maksudnya adalah pengetahuan atau keterampilan yang lebih
rendah dari apa yang akan dipelajari. Kemampuan awal peserta didik bersifat
individual, artinya berbeda antara peserta didik satu dengan lainnya, sehingga
untuk mengetahuinya juga harus bersifat individual. Cara untuk mengetahui
kemampuan awal peserta didik dapat dilakukan melalui teknik tes yaitu pre tes
atau tes awal dan teknik non tes seperti wawancara.
7. Gaya
Belajar
Merupakan cara yang cenderung dipilih/digunakan oleh
peserta didik dalam menerima, mengatur, dan memproses informasi atau pesan dari
komunikator/pemberi informasi. Gaya belajar dapat dikelompokkan menjadi tiga
yaitu visual (visual learners), auditif (auditory learners), dan kinestetik
(kinesthetic learners). Dengan diketahuinya gaya belajar yang dimiliki
pesertadidik, maka akan berimplikasi terhadap model pembelajaran, strategi,
metode, dan media pembelajaran yang akan digunakan.
8. Motivasi
Merupakan suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan
perilaku tertentu, dan yang memberi arah dan ketahanan (persistence) pada
tingkah laku tersebut. Motivasi kadang timbul dari dalam diri individu itu
sendiri (motivasi instrinsik dan kadang motivasi itu muncul karena faktor dari
luar dirinya sendiri (motivasi ekstrinsik). Seseorang memiliki motivasi tinggi
atau tidak dalam belajarnya dapat terlihat dari tiga hal:
a) kualitas
keterlibatannya,
b) perasaan
dan keterlibatan afektif peserta didik,
c) upaya
peserta didik untuk senantiasa memelihara/menjaga motivasi yang dimiliki
9. Perkembangan
Emosi
Emosi sebagai tergugahnya perasaan yang disertai dengan
perubahan-perubahan dalam tubuh, misalnya otot menegang, dan jantung berdebar. Dengan
emosi peserta didik dapat merasakan senang/gembira, aman, semangat, bahkan
sebaliknya peserta didik merasakan sedih, takut, dansejenisnya. Suasana emosi
yang positif atau menyenangkan atau tidak menyenangkan membawa pengaruh pada
cara kerja struktur otak manusia dan akan berpengaruh pula pada proses dan
hasil belajar. Oleh karena itu pendidik dalam melakukan proses pembelajaran
perlu membawa suasana emosi yang senang/gembira dan tidak memberi rasa takut
pada peserta didik.
10. Perkembangan
Sosial
Adalah kemampuan anak untuk berinteraksi dengan
lingkungannya, bagaimana anak tersebut memahami keadaan lingkungan dan
mempengaruhinya dalam berperilaku baik kepada dirinya sendiri maupun kepada
orang lain. Perkembangan sosial peserta didik dapat diketahui/dilihat dari
tingkatan kemampuannya dalam berinteraksi dengan orang lain dan menjadi
masyarakat di lingkungannya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan
sosial yaitu keluarga, kematangan, teman sebaya, sekolah, dan status sosial
ekonomi.
11. Perkembangan
Moral dan Spiritual
Moralitas dalam diri
peserta didik dapat tingkat yang paling rendah menuju ke tingkatan yang lebih
tinggi seiring dengan kedewasaannya. Menurut Kohlberg perkembangan moral
anak/peserta didik dibagi menjadi 3 tahapan, yaitu:
a) preconventional
(6 – 10 th)
Meliputi aspek obedience
and punisment orientatation, orientasi anak/peserta didik masih pada
konsekvensi fisik dari perbuatan benar-salahnya yaitu hukuman dan kepatuhan
atau anak menilai baik – buruk berdasarkan akibat perbuatan; dan aspek naively
egoistic orientation; orientasi anak/peserta didik pada instrumen relatif.
b) Conventional
(10 – 17 th)
Meliputi aspek good boy
orientation, orientasi perbuatan yang baik adalah yang menyenangkan, membantu,
atau disepakati oleh orang lain.
c) postconventional
(17 – 28 th)
Tahap pasca konvensional
ini meliputi contractual legalistic orientation, orientasi orang pada legalitas
kontrak sosial.
12. Perkembangan
Motorik
Menurut Hurlock Perkembangan motorik adalah perkembangan gerakan jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf, dan otot yang terkordinasi. Perkembangan motorik merupakan proses yang sejalan dengan bertambahnya usia secara bertahap dan berkesinambungan, dimana gerakan individu meningkat dari keadaan sederhana, tidak terorganisir, dan tidak terampil, kearah penguasaan keterampilan motorik yang kompleks dan terorganisir dengan baik. Perkembangan motorik dikelompokkkan menjadi motorik kasar dan motorik halus. Motorik kasar; gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. Sedangkan Motorik halus: gerakan yang menggunakan otot halus, atau sebagian anggota tubuh tertentu yang dipengaruhi oleh kesempatan untuk belajar dan berlati
Nah itulah penjelasan mengenai Karakteristik Peserta Didik, semoga bisa bermanfaat untuk teman-teman yang membacanya. Sampai bertemu di blog selanjutanya, terima kasih sudah mengunjungi blog saya.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



0 komentar