KURIKULUM
PPengertian Kurikulum
Berdasarkan Etimologis
Secara
etimologis istilah kurikulum yang dalam bahasa Inggris ditulis “curriculum”
berasal dari bahasa Yunani yaitu “curir”
yang berarti “pelari”, dan “curere” yang berarti “tempat berpacu”. Jika
dilihat dari arti harfiahnya, istilah kurikulum tersebut pada awalnya digunakan
dalam dunia Olah raga, seperti bisa diperhatikan dari arti “pelari dan
tempat berpacu”. Berawal dari makna “curir” dan “curere” kurikulum
berdasarkan istilah diartikan sebagai “Jarak yang harus ditempuh oleh
seorang pelari mulai dari start sampai finish untuk memperoleh medali atau penghargaan”.
Pengertian tersebut kemudian di adaptasikan ke dalam dunia pendidikan dan
diartikan sebagai “Sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh seorang
siswa dari awal hingga akhir program demi memperoleh ijazah”
Kurikulum sebagai rancangan
pendidikan mempunyai kedudukan yangsangat strategis dalam seluruh aspek
kegiatan pendidikan.Mengingatpentingnya peranan kurikulum di dalam pendidikan
dan dalam perkembangankehidupan manusia, maka dalam penyusunan kurikulum tidak
bisa dilakukantanpa memahami konsep dasar dari kurikulum.
Kurikulum
dapat diartikan seperangkat atau sistem rencana dan pengaturan mengenai isi dan
bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman untuk menggunakan
aktivitas belajar mengajar. Karena kurikulum dianggap sebagai pedoman sekolah
atau madrasah, maka kurikulum dalam implementasinya memerlukan beberapa
komponen yang terkait dan berhubungan satu sama lain untuk mencapai tujuan.
Adapun komponen kurikulum meliputi : tujuan, pendidik, peserta didik, isi,
prosedur atau strategi, sarana dan prasarana pendidikan dan dukungan
masyarakat.
Kurikulum
dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003di bagian Bab I Pasal 1 ayat 19 adalah seperangkat
rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara
yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk
mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Nah setelah mengetahui pengertian
dari kurikulum, selanjutnya ada juga Landasan dan tujuan dari kurikulum itu sendiri. Berikut pembahasannya.
Landasan Kurikulum
Landasan kurikulum menurut Nana
Syaodih Sukmadinata mengemukakan empat landasan utama dalam pengembangan kurikulum,
yaitu:
1) Filosofis;
2) Psikologis;
3) Sosial-Budaya;
dan
4) Ilmu
pengetahuan dan teknologi.
Tujuan Kurikulum
Tujuan kurikulum pada dasarnya
merumuskan tujuan menentukan strategi menyeluruh tentang cara pelaksanaan tugas
untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, serta menentukan hirarki rencana
secara menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan kegiatan yang
diperlukan. Dilihat dari hierarkinya tujuan pendidikan terdiri atas tujuan
yangsangat umum sampai tujuan khusus yang bersifat spesifik dan dapat diukur. Tujuan
kurikulum di bagi menjadi empat yaitu:
1) Tujuan
Pendidikan Nasional (TPN)
TPN
adalah tujuan umum yang sarat dengan muatan filosofis. TPN merupakan sasaran
akhir yang harus dijadikan pedoman oleh setiap usaha pendidikan artinya setiap
lembaga dan penyelenggaraan itu, baik pendidikan yang diselenggarakan oleh
lembaga pendidikan formal, informal maupun non formal. Tujuan pendidikan umum
biasanya dirumuskan dalam bentuk perilaku yang ideal sesuai dengan pandangan
hidup dan filsafat suatu bangsa yang dirumuskan oleh pmerintah dalam bentuk
undang-undang.
Secara
jelas tujuan Pendidikan Nasional yang bersumber dari sistem nilai Pancasila
dirumuskan dalam Undang-Undang No.20 tahun 2003, pasal 3, yang merumusakan bahwa
pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan
untuk berkembangnya potensi peserta didik, agar menjadi manusia yang beriman
dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat berilmu, cakap,
kreatif, mandiri dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggung
jawab.
2) Tujuan Institusional (TI)
Tujuan
institusional adalah tujuan yang harus dicapai oleh setiap lembaga pendidikan.
Dengan kata lain tujuan ini dapat didefinisikan sebagai kualifikasi yang harus
dimiliki oleh setiap siswa setelah mereka menempuh atau dapat menyelesaikan
program di suatu lembaga pendidikan tertentu. Tujuan institusional merupakan
tujuan antara untuk mencapai tujuan umum yang dirumuskan dalam bentuk kompetisi
lulusan setiap jenjang pendidikan. Seperti misalnya standar kompetensi
pendidikan dasar, menengah, kejuruan dan jenjang pendidikan tinggi. Berikut contoh tujuan institusinal, seperti
yang tertuang dalam peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar
nasional pendidikan Bab 5 pasal 26 yang menjelaskan bahwa Standar kompetensi lulusan
pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan,
pengetauan, kepribadian, akhlaq mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri
dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
3) Tujuan
Kurikuler (TK)
Tujuan
kurikuler adalah tujuan yang harus dicapai oleh setiap bidang studi atau mata
pelajaran. Tujuan kurikuler dapat didefinisikan sebagai kualifikasi yang harus
di miliki anak didik setelah mereka menyelesaikan suatu bidang studi tertentu
dalam suatu lembaga pendidikan. Tujuan kurikuler juga pada dasarnya merupakan
tujuan untuk mencapai tujuan lembaga pendidikan. Dengan demikan, setiap tujuan
kurikuler harus dapat mendukung dan diarahkan untuk mencapai tujuan
konstisional. Pada peraturan pemerintah No. 19 tahun 2005 tntang Standar Nasional
Pendidikan pasal 6 dinyatakan bahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum,
kejuruan, dan khusus pada jenjang pendidikan menengahterdiri atas:
a) Kelompok
mata pelajaran agama dan akhlaq mulia.
b) Kelompok
mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
c) Kelompok
mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.
d) Kelompok
mata pelajaran estetika.
e) Kelompok
mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.
Itulah jenis-jenis dari kurikulum. Selanjutnya
ada juga fungsi dari kurikulum itu sendiri. Berikut penjelasannya.
Fungsi
Kurikulum
Kurikulum dipandang sebagai alat
dalam pendidikan memiliki berbagai macam fungsi dalam pendidikan yang sangat
berperan dalam kegunannya. Fungsi kurikulum adalah sebagai berikut:
1) Fungsi
Penyesuaian (the adjustive or adaptive function)
Kurikulum
berfungsi sebagai penyesuaian adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan
perubahan yang terjadi dilingkungannya karena lingkungan bersifat dinamis
artinya dapat berubah-ubah.
2) Fungsi
Integrasi (the integrating function)
Kurikulum
berfungsi sebagai penyesuaian mengandung makna bahwa kurikulum merupakan alat
pendidikan yang mampu menghasilkan pribadi-pribadi yang utuh yang dapat
dibutuhkan dan berintegrasi dimasyarakat.
3) Fungsi
Diferensiasi (the diferentiating function)
Kurikulum
berfungsi sebagai diferensiansi adalah sebagai alat yang memberikan pelayanan
dari berbagai perbedaan disetiap siswa yang harus dihargai dan dilayani.
4) Fungsi
Persiapan (the propaeduetic function)
Kurikulum
berfungsi sebagai persiapan yang mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat
pendidikan mampu mempersiapkan siswa ke jenjang selanjutnya dan juga dapat
mempersiapkan diri dapat hidup dalam masyarakat, jika tidak melanjukan
pendidikan.
5) Fungsi
Pemilihan (the selective function)
Kurikulum
berfungsi sebagai pemilihan adalah memberikan kesempatan bagi siswa untuk
menentukan pilihan program belajar yang sesuai dengan minat dan bakatnya.
6) Fungsi
Diagnostik (the diagnostic function)
Kurikulum
sebagai diagnostik mengandung makna bahwa kurikulum adalah alat pendidikan yang
mampu mengarahkan dan memahami potensi siswa serta kelemahan dalam dirinya. Jika
telah memahami potensi dan mengetahui kelemahannya, maka diharapkan siswa dapat
mengembangkan potensi dan memperbaiki kelemahannya
Komponen Kurikulum
Kurikulum
pendidikan memiliki 4 unsur, yaitu: tujuan, isi (bahan pelajaran), strategi
pelaksanaan (proses belajar mengajar), dan penilaian (evaluasi)
1. Komponen
Tujuan
Kurikulum merupakan suatu
program yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan itulah yang
dijadikan arah atau acuan segala kegiatan pendidikan yang dijalankan. Berhasil
atau tidaknya program pengajaran di sekolah dapat diukur dari seberapa jauh dan
banyaknya pencapaian tujuan-tujuan tersebut. Dalam setiap kurikulum lembaga
pendidikan, pasti dicantumkan tujuan-tujuan pendidikan yang akan atau harus
dicapai oleh lembaga pendidikan yang bersangkutan.
2. Komponen
Isi/Materi
Isi program kurikulum
adalah segala sesuatu yang diberikan kepada anak didik dalam kegiatan belajar
mengajar dalam rangka mencapai tujuan. Isi kurikulum meliputi jenis-jenis
bidang studi yang diajarkan dan isi program masing-masing bidang studi tersebut.
Bidang-bidang studi tersebut disesuaikan dengan jenis, jenjang maupun jalur
pendidikan yang ada.
3. Komponen
Strategi
Strategi merujuk pada
pendekatan dan metode serta peralatan mengajar yang digunakan dalam pengajaran.
Tetapi pada hakikatnya strategi pengajaran tidak hanya terbatas pada hal itu
saja. Pembicaraan strategi pengajaran tidak hanya terbatas pada hal itu saja.
Pembicaraan strategi pengajaran tergambar dari cara yang ditempuh dalam
melaksanakan pengajaan, mengadakan penilaian, pelaksanaan bimbiungan dan
mengatur kegiatan, baik yang secara umum berlaku maupun yang bersifat khusus dalam
pengajaran. Strategi pelaksanaan kurikulum berhubungan dengan
bagaimanakurikulum itu dilaksanakan disekolah.Kurikulum merupakan rencana,
ide,harapan, yang harus diwujudkan secara nyata disekolah, sehingga mampu mampu
mengantarkan anak didik mencapai tujuan pendidikan. Kurikulumyang baik tidak
akan mencapai hasil yang maksimal, jika pelaksanaannyamenghasilkan sesuatu yang
baik bagi anak didik. Komponen strategipelaksanaan kurikulum meliputi
pengajaran, penilaian, bimbingan danpenyuluhan dan pengaturan kegiatan sekolah.
4. Komponen
Evaluasi
Evaluasi merupakan salah
satu komponen kurikulum. Dalam pengertian terbatas, evaluasi kurikulum
dimaksudkan untuk memeriksa tingkat ketercapaian tujuan-tujuan pendidikan yang
ingin diwujudkan melalui kurikulum yang bersangkutan. Sedangkan dalam
pengertian yang lebih luas, evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk memeriksa
kinerja kurikulum secara keseluruhan ditinjau dari berbagai kriteria. Indikator
kinerja yang dievaluasi tidak hanya terbatas pada efektivitas saja, namun juga
relevansi, efisiensi, kelaikan (feasibility) program. Evaluasi kurikulum
memegang peranan penting, baik untuk penentuan kebijakan pendidikan pada
umumnya maupun untuk pengambilan keputusan dalam kurikulum itu sendiri. Hasil-hasil
evaluasi kurikulum dapat digunakan oleh para pemegang kebijakan pendidikan dan
para pengembang kurikulum dalam memilih dan menetapkan kebijakan pengembangan
sistem pendidikan dan pengembangan model kurikulum yang digunakan.
Nah, itulah penjelasan mengenai
kurikulum. Mulai dari pengertian, landasan, tujuan, fungsi dan juga komponen
yang terkandung dalam kurikulum. Sekian yang dapat saya sampaikan di blog ini,
sampai bertemu di blog saya selanjutnya. Terima kasih
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh…



0 komentar