STRATEGI PEMBELAJARAN
STRATEGI PEMBELAJARAN
Bismillahirrahmanirrahim….
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Apa kabar sahabat bloger,
alhamdulillah pada kesempatan kali ini, saya masih bisa menyapa sahabat sekalian
walapun hanya melalui blog ini. Nah pada kesempatan kali ini, saya akan
menjelaskan mengenai Strategi Pembelajaran, yang mana salah satu tugas dari mata kuliah
Magang 1.
Pada kesempatan kali ini, saya akan
menyampaikan apa-apa saja yang ada pada Strategi Pembelajaran. Nah tanpa menunggu
lama-lama, yuk simak penjelasannya berikut ini
Pengertian Pembelajaran
Pembelajaran
adalah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar
pada suatu lengkungan belajar (UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional). Intinya adalah usaha untuk membuat peserta didik belajar. Dengan
kata lain, pembelajaran merupakan upaya menciptakan kondisi agar terjadi
kegiatan belajar. Kegiatan pembelajaran tidak akan berarti jika tidak
menghasilkan kegiatan belajar pada para peserta didiknya. Kegiatan belajar
hanya bisa berhasil jika peserta didik belajar secara aktif mengalami sendiri
proses belajar. Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman
belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta
didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam
rangka pencapaian kompetensi dasar (BSNP, 2006). Pengalaman belajar yang dimaksud
dapat terwujud melalui penggunaan strategi pembelajaran yang bervariasi dan
berpusat pada peserta didik (student centred). Pengalaman belajar memuat
kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.
Strategi
identik dengan teknik, siasat atau kiat, namun apabila digabungkan dengan kata
pembelajaran (strategi pembelajaran) dapat dipahami sebagai suatu cara atau
seperangkat cara atau teknik yang dilakukan oleh seorang guru atau peserta
didik dalam mengupayakan terjadinya suatu perubahan tingkah laku atau sikap.
Oleh karena itu, strategi pembelajaran merupakan suatu kegiatan pembelajaran
yang harus dikerjakan guru dan peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat
dicapai secara efektif dan efisien (Kemp, 1995).
Strategi
pembelajaran adalah pendekatan suatu individu atau kelompok untuk menyelesaikan
tugas (masalah). Lebih khusus, strategi pembelajaran adalah cara individu atau
lembaga pendidikan untuk mengorganisir dan menggunakan beberapa alat metode, taktik, model dan keterampilan
tertentu untuk mempelajari konten lalu menyelesaikan daftar tugas yang ada,
secara efektif dan efisien di sekolah serta di lingkungan non-akademik. Jadi
strategi pembelajaran adalah sebuah ide dan rencana yang berisi susunan
aktivitas belajar guru dan siswa yang diimplementasikan berdasarkan kompetensi
yang sudah ditetapkan untuk memperoleh tujuan pendidikan. Berikut ini adalah aplikasi strategi pembelajaran
yang mencakup empat aspek, yaitu sebagai berikut:
a) Urutan
kegiatan pembelajaran, yang berisikan urutan kegiatan guru dalam menyampaikan
materi atau isi pelajaran kepada peserta didik.
b) Metode
pembelajaran, yaitu cara guru mengorganisasikan materi pelajaran dan peserta
didik agar terjadi proses belajar secara efektif dan efisien.
c) Media
pembelajaran, yaitu peralatan dan bahan pembelajaran yang digunakan guru dan
peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
d) Waktu
yang digunakan guru dan peserta didik untuk menyelesaikan setiap langkah dalam
kegiatan pembelajaran.
Dalam
realitasnya, pembelajaran di sekolah masih banyak guru yang menggunakan
strategi pembelajaran untuk menghabiskan materi pembelajaran sehingga kurang
memberi makna bagi peserta didik. Oleh karena itu, agar aktivitas pembelajaran
mampu memberikan makna bagi peserta didik yang belajar, guru perlu
mengembangkan strategi pembelajaran yang mampu mengkaitkan materi pelajaran
dengan kehidupan peserta didik sehari-hari.
Akhirnya, pentingnya strategi pembelajaran adalah untuk menentukan semua langkah dan kegiatan yang perlu dilakukan, sehingga dapat memberi pengalaman belajar kepada peserta didik. Jadi strategi pembelajaran adalah keputusan guru dalam menetapkan berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan, sarana dan prasarana yang akan digunakan, termasuk jenis media yang digunakan, materi yang diberikan, dan metodologi yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Diharapkan peserta didik dapat mendapatkan pengalaman yang diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dengan kata lain, strategi pembelajaran adalah suatu kondisi yang diciptakan oleh guru (seperti metode, sarana dan prasarana, materi, media, dan sebagainya) agar peserta didik difasilitasi (dipermudah) dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan.
Komponen
Strategi Pembelajaran
Strategi
pembelajaran terdiri dari lima komponen utama, yaitu: (a) urutan kegiatan
pembelajaran, (b) metode, (c) media, dan (d) waktu (Suparman, 2004). Sedangkan
urutan kegiatan pembelajaran secara umum terdiri dari tahap, yaitu:
a) Pendahuluan
(introduction)
Pada
tahap awal atau persiapan, kegiatan dimaksudkan untuk mempersiapkan mental
peserta didik dalam mempelajari pengetahuan, keterampilan dan sikap baru.
Artinya guru sebaiknya mempersiapkan peserta didik agar memperhatikan dan
belajar secara sungguh-sungguh selama tahap penyajian. Tujuan kegiatan pada
tahap pendahuluan ini untuk:
1. memberikan
motivasi dan memusatkan perhatian peserta didik agar mereka bisa mempersiapkan
diri untuk menerima pelajaran dan
2. mengetahui
kemampuan peserta didik atau apa yang telah dikuasai peserta didik sebelumnya
dan berkaitan dengan materi pelajaran yang akan disampaikan.
Hal-hal yang dilakukan
pada tahap ini adalah memberikan gambaran singkat tentang isi pelajaran,
menjelaskan relevansi isi pelajaran baru dengan pengalaman peserta didik, dan menjelaskan
tentang tujuan pembelajaran.
b) Penyajian
(presentation)
Tahap
penyajian merupakan proses pembelajaran yang utama atau inti dari kegiatan
pembelajaran. Tahap ini meliputi bagian-bagian sebagai berikut:
1. Uraian
(explanation) adalah penjelasan tentang materi pelajaran atau konsep, prinsip, dan
prosedur yang akan dipelajari.
2. Contoh
(example) dan non contoh (non example) adalah benda atau kegiatan yang ada di sekitar
peserta didik sebagai wujud materi pelajaran yang sedang diuraikan, baik
bersifat positif maupun negatif. Oleh karena itu, guru perlu memberikan contoh
dan non contoh yang praktis dan kongkrit dari uraian konsep yang masih abstrak
agar menjadi jelas bagi peserta didik.
3. Latihan
(exercise) adalah kegiatan praktik bagi peserta didik untuk menerapkan konsep, prinsip
atau prosedur yang masih abstrak sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Dengan
latihan, peserta didik akan belajar aktif sehingga mudah menguasai materi yang
sedang dipelajari peserta didik.
c) Penutup
(test and follow up)
Kegiatan
pada tahap penutup merupakan kegiatan akhir dalam urutan kegiatan pembelajaran.
Tujuan dari kegiatan tahap penutup adalah untuk memberikan penegasan atau kesimpulan
dan penilaian terhadap penguasaan materi pelajaran yang telah diberikan, baik
tes formatif dan umpan balik (follow up). Selanjutnya adalah kegiatan tidak
lanjut. Kegiatan akhir pembelajaran yang mencakup:
1. Pelaksanaan
tes hasil belajar untuk mengukur kemajuan belajar peserta didik. Tes ini sering
disebut sebagai tes formatif yang dapat diberikan secara lisan atau tertulis.
2. Umpan
balik (feedback) adalah informasi hasil tes peserta didik dan diikuti dengan
penjelasan kemajuan peserta didik. Hal ini penting bagi peserta didik agar proses
pembelajaran menjadi efektif, efisien dan menyenangkan. Selain itu, kegiatan
umpan balik sangat berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik.
3. Tindak
lanjut (follow up) adalah berupa petunjuk tentang apa yang harus dilakukan
peserta didik setelah mengikuti tes formatif dan mendapatkan umpan balik.
Maksudnya peserta didik yang memperoleh hasil tes formatif kurang harus mempelajari
ulang materi tersebut. Sedangkan peserta didik yang sudah memperoleh nilai baik
tes formatif bisa meneruskan ke materi selanjutnya, baik untuk memperdalam
materi atau untuk mempersiapkan materi yang akan datang. Namun, perlu diingat
bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pemberian tanda atau bantuan
Strategi
Pembelajaran Menurut Para Ahli
Agar bisa lebih paham tentang
strategi pembelajaran, kami akan menghadirkan beberapa pengertian strategi
pembelajaran dari para ahli, berikut beberapa pengertian, definisi dan artinya:
1) Kemp
(1995). Mengutarakan tentang strategi pembelajaran, yakni aktivitas
pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa untuk memenuhi misi pembelajaran
yang efisien dan efektif.
2) Egger
Kauchak dan Harder. Strategi pembelajaran adalah macam-macam cara belajar dan
mengajar yang dirancang untuk memenuhi sasaran yang spesifik.
3) Gilistrap
Martin. Mengungkapkan bahwa strategi pembelajaran adalah formula keterampilan
yang digunakan guru untuk membantu siswa agar bisa memenuhi tujuan belajar yang
telah ditetapkan.
4) Syaiful
Bahri dan Aswan Zain (1995). Beliau mengungkapkan bahwa sistem acuan yang
mendasari aktivitas siswa ketika melaksanakan belajar mengajar agar bisa menuju
tujuan yang sudah ditentukan.
5) Sanjaya,
Wina (2007). Merupakan format yang dapat diterapkan guru dan siswa dalam meraih
aktivitas belajar dan mengajar yang ideal. Karakter dari format yang bisa
dilakukan adalah semacam rangkaian aktivitas yang dapat berdampak pada
tercapainya tujuan belajar.
6) Kozma
(Sanjaya, 2007). Merupakan sesuatu yang bisa memberi dampak kepada siswa untuk
bisa memperoleh tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan.
7) Suparman
(1997:157). Adalah rangkaian aktivitas guru dan siswa untuk mengatur materi dan
fasilitas yang dipakai, agar belajar mengajar bisa terpenuhi dan bisa meraih
tujuan pembelajaran.
Macam-Macam Strategi Pembelajaran
Berikut merupakan jenis dan macam
strategi pembelajaran yang wajib diketahui oleh guru. Strategi ini dilandasi
oleh penuturan Sanjaya (2007 : 177 – 286):
a) Kontekstual
CTL
b) Berbasis
Masalah
c) Kooperatif
d) Ekspositori
e) Inquiry
f) Afektif
g) Peningkatan
Kemampuan Berpikir
Manfaat dan Tujuan
Manfaat dari strategi pembelajaran
pada aktivitas belajar itu sendiri adalah, waktu siswa untuk meraih materi yang
sesuai dengan standar kompetensi bisa menjadi lebih efisien. Dan yang paling
penting adalah guru bisa mempunyai gambaran tentang apa yang harus dilakukan
dan tidak dilakukan saat kegiatan belajar.
Guru juga bisa lebih matang saat
menghadapi siswa dengan latar belakang yang berbeda. Karena mau tidak mau
setiap siswa pasti mempunyai kemampuan dan latar belakang yang berbeda-beda,
mulai dari perbedaan ras, ekonomi, agama dan motivasi belajar. Hal tersebutlah
yang mengharuskan guru bisa menjadi pribadi yang kreatif dan inovatif.
Implementasi atau Penerapan
Pada tahap awal guru harus bisa
mempresentasikan dengan bagus mengenai tujuan pembelajaran. Ini bertujuan agar
siswa bisa tertarik dan termotivasi.
Saat guru menerangkan tentang tujuan
pembelajaran siswa didorong untuk memperhatikan agar hubungan antara
pengetahuan lama dan baru bisa terkoneksi. Tingkatkan kemampuan siswa dalam
memahami bacaan, ajari mereka cara membaca dengan waktu yang singkat namun
tetap nyantol. Mendengarkan dan partisipasi, kembangkan cara siswa dalam
mendengar, serta minta siswa untuk berpartisipasi lebih dalam pembelajaran
(aktif).
Berlandaskan teori student centered,
bisa dikatakan bahwa siswa adalah pusat utama dari aktivitas belajar. Maka dari
itu ajari siswa untuk mencatat yang efektif, di mana bisa digunakan untuk
membantu teman dan diri sendiri dalam belajar. Pada proses edukasi biasanya
terdapat aktivitas tanya jawab (feedback). Proses ini sering dilaksanakan pada
akhir pembelajaran. Berhubungan dengan memori & retensi, buat agar siswa
bisa tetap termotivasi dalam pembelajaran sehingga ingatan mengenai materi bisa
lebih kuat. Selanjutnya proses pelajaran tahap lanjut biasanya adalah melakukan
kesimpulan dan evaluasi. Guru akan menginformasikan tentang cara menilai siswa.
Nah, itulah penjelasan mengenai Strategi Pembelajaran yang dapat saya sampaikan melalui blog ini. Sekian dari saya, saya ucapkan terima kasih banyak sudah mengunjungi blogg ini, sampai bertemu di blogg saya selanjutnya.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Referensi :
Warsita, Bambang. "STRATEGI PEMBELAJARAN DAN
IMPLIKASINYA PADA PENINGKATAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN." Jurnal Teknodik
13.1 (2018): 064-076.



0 komentar