STRATEGI PEMBELAJARAN

 



PUTRI ANGGRAINI

11901135

PAI 4F

MATA KULIAH MAGANG 1

STRATEGI PEMBELAJARAN



Bismillahirrahmanirrahim…. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Apa kabar sahabat bloger, alhamdulillah pada kesempatan kali ini, saya masih bisa menyapa sahabat sekalian walapun hanya melalui blog ini. Nah pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan mengenai Strategi Pembelajaran, yang mana salah satu tugas dari mata kuliah Magang 1.

Pada kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan apa-apa saja yang ada pada Strategi Pembelajaran. Nah tanpa menunggu lama-lama, yuk simak penjelasannya berikut ini 


Pengertian Pembelajaran

            Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lengkungan belajar (UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional). Intinya adalah usaha untuk membuat peserta didik belajar. Dengan kata lain, pembelajaran merupakan upaya menciptakan kondisi agar terjadi kegiatan belajar. Kegiatan pembelajaran tidak akan berarti jika tidak menghasilkan kegiatan belajar pada para peserta didiknya. Kegiatan belajar hanya bisa berhasil jika peserta didik belajar secara aktif mengalami sendiri proses belajar. Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar (BSNP, 2006). Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan strategi pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik (student centred). Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.

            Strategi identik dengan teknik, siasat atau kiat, namun apabila digabungkan dengan kata pembelajaran (strategi pembelajaran) dapat dipahami sebagai suatu cara atau seperangkat cara atau teknik yang dilakukan oleh seorang guru atau peserta didik dalam mengupayakan terjadinya suatu perubahan tingkah laku atau sikap. Oleh karena itu, strategi pembelajaran merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien (Kemp, 1995).

            Strategi pembelajaran adalah pendekatan suatu individu atau kelompok untuk menyelesaikan tugas (masalah). Lebih khusus, strategi pembelajaran adalah cara individu atau lembaga pendidikan untuk mengorganisir dan menggunakan beberapa alat  metode, taktik, model dan keterampilan tertentu untuk mempelajari konten lalu menyelesaikan daftar tugas yang ada, secara efektif dan efisien di sekolah serta di lingkungan non-akademik. Jadi strategi pembelajaran adalah sebuah ide dan rencana yang berisi susunan aktivitas belajar guru dan siswa yang diimplementasikan berdasarkan kompetensi yang sudah ditetapkan untuk memperoleh tujuan pendidikan.  Berikut ini adalah aplikasi strategi pembelajaran yang mencakup empat aspek, yaitu sebagai berikut:

a)      Urutan kegiatan pembelajaran, yang berisikan urutan kegiatan guru dalam menyampaikan materi atau isi pelajaran kepada peserta didik.

b)      Metode pembelajaran, yaitu cara guru mengorganisasikan materi pelajaran dan peserta didik agar terjadi proses belajar secara efektif dan efisien.

c)      Media pembelajaran, yaitu peralatan dan bahan pembelajaran yang digunakan guru dan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.

d)      Waktu yang digunakan guru dan peserta didik untuk menyelesaikan setiap langkah dalam kegiatan pembelajaran.

            Dalam realitasnya, pembelajaran di sekolah masih banyak guru yang menggunakan strategi pembelajaran untuk menghabiskan materi pembelajaran sehingga kurang memberi makna bagi peserta didik. Oleh karena itu, agar aktivitas pembelajaran mampu memberikan makna bagi peserta didik yang belajar, guru perlu mengembangkan strategi pembelajaran yang mampu mengkaitkan materi pelajaran dengan kehidupan peserta didik sehari-hari.  

Akhirnya, pentingnya strategi pembelajaran adalah untuk menentukan semua langkah dan kegiatan yang perlu dilakukan, sehingga dapat memberi pengalaman belajar kepada peserta didik. Jadi strategi pembelajaran adalah keputusan guru dalam menetapkan berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan, sarana dan prasarana yang akan digunakan, termasuk jenis media yang digunakan, materi yang diberikan, dan metodologi yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Diharapkan peserta didik dapat mendapatkan pengalaman yang diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dengan kata lain, strategi pembelajaran adalah suatu kondisi yang diciptakan oleh guru (seperti metode, sarana dan prasarana, materi, media, dan sebagainya) agar peserta didik difasilitasi (dipermudah) dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan.  

Komponen Strategi Pembelajaran

            Strategi pembelajaran terdiri dari lima komponen utama, yaitu: (a) urutan kegiatan pembelajaran, (b) metode, (c) media, dan (d) waktu (Suparman, 2004). Sedangkan urutan kegiatan pembelajaran secara umum terdiri dari tahap, yaitu:

a)      Pendahuluan (introduction)

Pada tahap awal atau persiapan, kegiatan dimaksudkan untuk mempersiapkan mental peserta didik dalam mempelajari pengetahuan, keterampilan dan sikap baru. Artinya guru sebaiknya mempersiapkan peserta didik agar memperhatikan dan belajar secara sungguh-sungguh selama tahap penyajian. Tujuan kegiatan pada tahap pendahuluan ini untuk:

1.      memberikan motivasi dan memusatkan perhatian peserta didik agar mereka bisa mempersiapkan diri untuk menerima pelajaran dan

2.      mengetahui kemampuan peserta didik atau apa yang telah dikuasai peserta didik sebelumnya dan berkaitan dengan materi pelajaran yang akan disampaikan.

Hal-hal yang dilakukan pada tahap ini adalah memberikan gambaran singkat tentang isi pelajaran, menjelaskan relevansi isi pelajaran baru dengan pengalaman peserta didik, dan menjelaskan tentang tujuan pembelajaran.

b)      Penyajian (presentation)

Tahap penyajian merupakan proses pembelajaran yang utama atau inti dari kegiatan pembelajaran. Tahap ini meliputi bagian-bagian sebagai  berikut:

1.      Uraian (explanation) adalah penjelasan tentang materi pelajaran atau konsep, prinsip, dan prosedur yang akan dipelajari.

2.      Contoh (example) dan non contoh (non example) adalah benda atau kegiatan yang ada di sekitar peserta didik sebagai wujud materi pelajaran yang sedang diuraikan, baik bersifat positif maupun negatif. Oleh karena itu, guru perlu memberikan contoh dan non contoh yang praktis dan kongkrit dari uraian konsep yang masih abstrak agar menjadi jelas bagi peserta didik.

3.      Latihan (exercise) adalah kegiatan praktik bagi peserta didik untuk menerapkan konsep, prinsip atau prosedur yang masih abstrak sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Dengan latihan, peserta didik akan belajar aktif sehingga mudah menguasai materi yang sedang dipelajari peserta didik.

c)      Penutup (test and follow up)

Kegiatan pada tahap penutup merupakan kegiatan akhir dalam urutan kegiatan pembelajaran. Tujuan dari kegiatan tahap penutup adalah untuk memberikan penegasan atau kesimpulan dan penilaian terhadap penguasaan materi pelajaran yang telah diberikan, baik tes formatif dan umpan balik (follow up). Selanjutnya adalah kegiatan tidak lanjut. Kegiatan akhir pembelajaran yang mencakup:

1.      Pelaksanaan tes hasil belajar untuk mengukur kemajuan belajar peserta didik. Tes ini sering disebut sebagai tes formatif yang dapat diberikan secara lisan atau tertulis.

2.      Umpan balik (feedback) adalah informasi hasil tes peserta didik dan diikuti dengan penjelasan kemajuan peserta didik. Hal ini penting bagi peserta didik agar proses pembelajaran menjadi efektif, efisien dan menyenangkan. Selain itu, kegiatan umpan balik sangat berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik.

3.      Tindak lanjut (follow up) adalah berupa petunjuk tentang apa yang harus dilakukan peserta didik setelah mengikuti tes formatif dan mendapatkan umpan balik. Maksudnya peserta didik yang memperoleh hasil tes formatif kurang harus mempelajari ulang materi tersebut. Sedangkan peserta didik yang sudah memperoleh nilai baik tes formatif bisa meneruskan ke materi selanjutnya, baik untuk memperdalam materi atau untuk mempersiapkan materi yang akan datang. Namun, perlu diingat bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pemberian tanda atau bantuan

Strategi Pembelajaran Menurut Para Ahli

Agar bisa lebih paham tentang strategi pembelajaran, kami akan menghadirkan beberapa pengertian strategi pembelajaran dari para ahli, berikut beberapa pengertian, definisi dan artinya:

1)      Kemp (1995). Mengutarakan tentang strategi pembelajaran, yakni aktivitas pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa untuk memenuhi misi pembelajaran yang efisien dan efektif.

2)      Egger Kauchak dan Harder. Strategi pembelajaran adalah macam-macam cara belajar dan mengajar yang dirancang untuk memenuhi sasaran yang spesifik.

3)      Gilistrap Martin. Mengungkapkan bahwa strategi pembelajaran adalah formula keterampilan yang digunakan guru untuk membantu siswa agar bisa memenuhi tujuan belajar yang telah ditetapkan.

4)      Syaiful Bahri dan Aswan Zain (1995). Beliau mengungkapkan bahwa sistem acuan yang mendasari aktivitas siswa ketika melaksanakan belajar mengajar agar bisa menuju tujuan yang sudah ditentukan.

5)      Sanjaya, Wina (2007). Merupakan format yang dapat diterapkan guru dan siswa dalam meraih aktivitas belajar dan mengajar yang ideal. Karakter dari format yang bisa dilakukan adalah semacam rangkaian aktivitas yang dapat berdampak pada tercapainya tujuan belajar.

6)      Kozma (Sanjaya, 2007). Merupakan sesuatu yang bisa memberi dampak kepada siswa untuk bisa memperoleh tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan.

7)      Suparman (1997:157). Adalah rangkaian aktivitas guru dan siswa untuk mengatur materi dan fasilitas yang dipakai, agar belajar mengajar bisa terpenuhi dan bisa meraih tujuan pembelajaran.

Macam-Macam Strategi Pembelajaran

Berikut merupakan jenis dan macam strategi pembelajaran yang wajib diketahui oleh guru. Strategi ini dilandasi oleh penuturan Sanjaya (2007 : 177 – 286):

a)      Kontekstual CTL

b)      Berbasis Masalah

c)      Kooperatif

d)      Ekspositori

e)      Inquiry

f)       Afektif

g)      Peningkatan Kemampuan Berpikir

 Manfaat dan Tujuan

Manfaat dari strategi pembelajaran pada aktivitas belajar itu sendiri adalah, waktu siswa untuk meraih materi yang sesuai dengan standar kompetensi bisa menjadi lebih efisien. Dan yang paling penting adalah guru bisa mempunyai gambaran tentang apa yang harus dilakukan dan tidak dilakukan saat kegiatan belajar.

Guru juga bisa lebih matang saat menghadapi siswa dengan latar belakang yang berbeda. Karena mau tidak mau setiap siswa pasti mempunyai kemampuan dan latar belakang yang berbeda-beda, mulai dari perbedaan ras, ekonomi, agama dan motivasi belajar. Hal tersebutlah yang mengharuskan guru bisa menjadi pribadi yang kreatif dan inovatif.

 Implementasi atau Penerapan

Pada tahap awal guru harus bisa mempresentasikan dengan bagus mengenai tujuan pembelajaran. Ini bertujuan agar siswa bisa tertarik dan termotivasi.

Saat guru menerangkan tentang tujuan pembelajaran siswa didorong untuk memperhatikan agar hubungan antara pengetahuan lama dan baru bisa terkoneksi. Tingkatkan kemampuan siswa dalam memahami bacaan, ajari mereka cara membaca dengan waktu yang singkat namun tetap nyantol. Mendengarkan dan partisipasi, kembangkan cara siswa dalam mendengar, serta minta siswa untuk berpartisipasi lebih dalam pembelajaran (aktif).

Berlandaskan teori student centered, bisa dikatakan bahwa siswa adalah pusat utama dari aktivitas belajar. Maka dari itu ajari siswa untuk mencatat yang efektif, di mana bisa digunakan untuk membantu teman dan diri sendiri dalam belajar. Pada proses edukasi biasanya terdapat aktivitas tanya jawab (feedback). Proses ini sering dilaksanakan pada akhir pembelajaran. Berhubungan dengan memori & retensi, buat agar siswa bisa tetap termotivasi dalam pembelajaran sehingga ingatan mengenai materi bisa lebih kuat. Selanjutnya proses pelajaran tahap lanjut biasanya adalah melakukan kesimpulan dan evaluasi. Guru akan menginformasikan tentang cara menilai siswa.

Nah, itulah penjelasan mengenai Strategi Pembelajaran yang dapat saya sampaikan melalui blog  ini. Sekian dari saya, saya ucapkan terima kasih banyak sudah mengunjungi blogg ini, sampai bertemu di blogg saya selanjutnya. 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


 Referensi :

https://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:ywFbMuDVBRIJ:https://www.tripven.com/strategi-pembelajaran/+&cd=20&hl=id&ct=clnk&gl=id

Warsita, Bambang. "STRATEGI PEMBELAJARAN DAN IMPLIKASINYA PADA PENINGKATAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN." Jurnal Teknodik 13.1 (2018): 064-076.




You May Also Like

0 komentar