PERANGKAT PEMBELAJARAN (Silabus, RPP, Media Pembelajaran, Bahan Ajar, LKS, dan Perangkat Evaluasi)

 





PERANGKAT PEMBELAJARAN

(Silabus, RPP, Media Pembelajaran, Bahan Ajar, LKS, dan Perangkat Evaluasi)

 

Bismillahirrahmanirrahim…. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Apa kabar sahabat bloger, alhamdulillah pada kesempatan kali ini, saya masih bisa menyapa sahabat sekalian walapun hanya melalui blog. Nah pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan mengenai Perangkat Pembelajaran (Silabus, RPP, Media Pembelajaran, Bahan Ajar, LKS, dan Perangkat Evaluasi), yang mana ini sebagai tugas dari mata kuliah Magang 1.

 

Perangkat Pembelajaran

Perangkat pembelajaran adalah kumpulan alat (bantu) yang digunakan guru agar kegiatan dan kinerja guru lebih maksimal dalam aktivitas pembelajaran, perangkat ini terdiri dari media, fasilitas, bahan dan panduan dsb.

perangkat pembelajaran adalah instrumen atau perlengkapan untuk melakukan kegiatan mendidik siswa. Perangkat pembelajaran merupakan pedoman guru untuk aktivitas pembelajaran, baik itu di dalam kelas, luar kelas dan laboratorium. Ini berdasarkan penuturan Zuhdan, (2012: 17).

Terdapat beberapa perangkat pembelajaran yang bisa disiapkan agar pembelajaran bisa terlaksana dengan maksimal. Berikut daftarnya:

1.    Silabus

Silabus adalah rencana detail mengenai susunan atau urutan mengajar guru yang dibuat dalam kategori tema atau mata pelajaran tertentu. Elemen dari silabus sendiri terdiri dari Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), Indikator Raihan Kompetensi, Materi/Konten Pembelajaran, Kuota Waktu, Penilaian serta Sumber Belajar yang dipakai. Silabus juga bisa disebut sebagai rangkuman dari kurikulum sebab silabus terdiri dari media, target pencapaian dsb.

Elemen rinci silabus terdiri dari:

a)      Batasan dan misi materi pelajaran yang akan disajikan kepada peserta didik.

b)      Tujuan dan Sasaran dari suatu materi pembelajaran.

c)      Keterampilan yang harus diraih oleh siswa pada setiap mata pelajaran yang disajikan.

d)      Rancangan poin konsep materi yang diberikan kepada siswa.

e)      Kegiatan dan referensi belajar yang menjadi penyokong kesuksesan dalam aktivitas pembelajaran.

f)       Cara evaluasi yang dipakai dalam pembelajaran.

2.    RPP

Adalah merupakan singkatan dari rencana pelaksanaan pembelajaran. RPP adalah tahapan yang kudu dilalui oleh guru pada aktivitas pembelajaran kepada siswa. RPP terdiri atas metode, model, instrumen penilaian, pelaksanaan dan evaluasi. Ini adalah elemen yang terkandung pada RPP:

a)      Indikator/parameter pembelajaran

b)      Kompetensi dasar (KD) dan Standar kompetensi (SK)

c)      Skenario Pembelajaran

d)      Model Pembelajaran

e)      LKS Lembar Kerja Siswa

f)       Pokok pembahasan

g)      Pengukuran Hasil Belajar

h)      Sumber dan sarana/media/fasilitas dan Pembelajaran

3.    Media Pembelajaran

Media berfungsi untuk menghubungkan informasi dari satu pihak ke pihak lain. Sedangkan dalam dunia pendidikan kata media disebut media pembelajaran. Media Pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi dalam proses belajar mengajar sehingga dapat merangsang perhatian dan minat siswa untuk belajar. Lebih lanjut, Gagne dan Briggs (1975) dalam Arsyad (2013:4) secara eksplisit mengatakan bahwa media pembelajaran mencakup alat-alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi bahan ajar. Dari kedua pengertian tersebut, media merupakan alat yang digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran.

Alat ini dapat berupa alat grafik, visual, elektronik dan audio yang digunakan untuk mempermudah informasi yang disampaikan kepada siswa. Berdasarkan definisi atau pendapat para ahli, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah alat yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk menyampaikan pesan, ide atau gagasan berupa bahan ajar kepada siswa oleh guru. Media pembelajaran dapat digunakan untuk menciptakan kondisi belajar yang nyata. Dengan menggunakan media pembelajaran, pesan yang abstrak dapat diubah menjadi pesan yang beton. Misalnya, guru menyampaikan pesan tentang teknik membaca scanning, ketika guru hanya menjelaskan maka siswa akan kesulitan memahami teknik membaca scan.

Prinsip-Prinsip Pengembangan Media

Prinsip-prinsip psikologis yang perlu mendapat pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan media adalah:

a)      Memotivasi siswa dalam belajar,

b)      Memahami perbedaan individu,

c)      Sesuai dengan tujuan pelajaran,

d)      Isi yang terorganisasi,

e)      Ketersediaan siswa dalam belajar,

f)       Menumbuhkan emosi siswa,

g)      Menumbuhkan partisipasi siswa,

h)      Memberikan Umpan balik,

i)       Penguatan,

j)       Latihan dan Latihan,

k)      Penerapan.

4.    Bahan Ajar

Dari beberapa sumber buku menyatakan bahwa bahan ajar merupakan suatu bahan/ materi pelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan guru dan siswa dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Jenis-Jenis Bahan Ajar Dalam pengelompokannya bahan ajar dibagi menjadi 5 jenis kelompok besar:

a)      Bahan ajar yang tidak diproyeksikan seperti foto, diagram, display, model;

b)      Bahan ajar yang diproyeksikan, seperti slide, filmstrips, overhead transparencies, proyeksi komputer;

c)      Bahan ajar audio, seperti kaset dan compact disc;

d)      Bahan ajar video, seperti video dan film;

e)      Bahan ajar (media) komputer, misalnya Computer Mediated Instruction (CMI), Computer based Multimedia atau Hypermedia.

5.    LKS

lembar kerja siswa (LKS) adalah merupakan salah satu media pendidikan (media cetak) dengan tujuan untuk mengaktifkan siswa, memungkinkan siswa dapat belajar sendiri menurut kemampuan dan minatnya, merangsang kegiatan belajar dan juga merupakan variasi pengajaran agar siswa tidak menjadi bosan. LKS yang digunakan siswa harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dikerjakan siswa dengan baik dan dapat memotivasi belajar siswa. Menurut Tim Penatar Provinsi Dati I Jawa Tengah,hal-hal yang diperlukan dalam penyususunan LKS adalah

a)      Buku pegangan, siswa (buku paket),

b)      Mengutamakan bahan yang penting,

c)      Menyesuaikan tingkat kematangan berfikir siswa.

Manfaat dan Tujuan Lembar Kerja Siswa (LKS)

Menurut tim instruktur PKG dalam Sudiati (2003:11-12), manfaat Lembar Kerja Siswa (LKS), antara lain sebagai alternatif guruuntuk mengarahkan atau memperkenalkan suatu kegiatan tertentu, dapat mempercepat proses belajar mengajar sehingga menghemat waktu mengajar, serta dapat mengoptimalkan alat bantu pengajaran yang

terbatas karena siswa dapat menggunakan alat bantu secara bergantian.

LKS biasanya berupa petunjuk, langkah untuk menyelesaikan suatu tugas, suatu tugas yang diperintahkan dalam lembar kegiatan harus jelas kompetensi dasar yang akan dicapainya.(Depdiknas; 2004;18). Trianto (2008 :148) mendefinisikan bahwa Lembar Kerja Siswa adalah panduan siswa yang digunakan untuk melakukan kegiatan penyelidikan dan pemecahan masalah.

Menurut pengertian di atas maka LKS berwujud lembaran berisi tugas-tugas guru kepada siswa yang disesuaikan dengan kompetensi dasar dan dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Atau dapat dikatakan juga bahwa LKS adalah panduan kerja siswa untuk mempermudah siswa dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Tujuan Lembar Kerja Siswa (LKS)

a)      Mengaktifkan siswa dalam proses kegiatan pembelajaran.

b)      Membantu siswa  mengembangkan konsep.

c)      Melatih siswa untuk menemukan dan mengembangkan ketrampilan proses.

d)       Sebagai pedoman guru dan siswa dalam melaksanakan proses kegiatan pembelajaran.

e)      Membantu siswa dalam memperoleh informasi tentang konsep yang dipelajari melalui proses kegiatan pembelajaran secara sistematis.

f)       Membantu siswa dalam memperoleh catatan materi yang dipelajari melalui kegiatan pembelajaran (Achmadi:1996:35)

Kegunaan Lembar Kerja Siswa (LKS)

a)      Memberikan pengalaman kongkret bagi siswa.

b)      Membantu variasi belajar.

c)      Membangkitkan minat siswa.

d)      Meningkatkan retensi belajar mengajar.

e)      Memanfaatkan waktu secara efektif dan efisien (Hadi Sukamto, 1992/1993:2)

6.    Perangkat Evaluasi

Menurut Kunandar (2014: 35) bahwa “penilaian adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran perkembangan belajar peserta didik”. Penilaian hasil belajar peserta didik merupakan sesuatu yang sangat penting dan strategis dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan penilaian hasil belajar maka dapat diketahui seberapa besar keberhasilan peserta didik telah menguasai kompetensi atau materi yang telah diajarkan oleh guru. Kurikulum 2013 mempertegas adanya pergeseran dalam melakukan penilaian melalui tes (mengukur kompetensi kemampuan berdasarkan hasil saja), menuju penilaian autentik (mengukur penilaian sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil). Dalam penelitian ini, penilaian sikap diambil pada saat proses belajar mengajar, penilaian pengetahuan dan penilaian keterampilan diambil setelah mengerjakan LAS yang diberikan oleh guru.

mengenai pengembangan evaluasi pembelajaran dalam struktur Kurikulum 2013 revisi menjadi poin penting untuk dikuasai oleh pendidik. Idealitas cita-cita Kurikulum 2013 harus diiringi pula dengan kesiapan pendidik dalam melakukan penilaian terhadap proses belajar peserta didiknya, baik dari aspek sikap, pengetahuan, maupun keterampilan. Melalui pemahaman serta penguasaan yang baik terhadap evaluasi ketiga aspek tersebut, maka penilaian pembelajaran akan dapat senantiasa diupgrade dan dikembangkan sesuai dengan tujuan pendidikan dalam konteks Kurikulum 2013. Tulisan ini hendak membingkai wacana pengembangan evaluasi pembelajaran PAI pada dimensi perangkat ajar yang digunakan, sehingga fungsi pendidikan dalam menilai ketercapaian proses belajar peserta didiknya dapat dilaksanakan secara maksimal. Oleh karena itu, artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan guna mengurai fokus tersebut. Sedangkan analisa data digunakan metode content analysis dan intepretasi. Artikel ini menyimpulkan bahwa pengembangan perangkat evaluasi pembelajaran PAI dalam konteks Kurikulum 2013 dapat dilakukan secara sinergis dengan memanfaatkan aplikasi berbasis teknologi informasi (IT). Melalui pemanfaatan aplikasi berbasis IT dalam segi teknis-implementatif penilaian pembelajaran PAI, maka pendidik dapat mengevaluasi domain kognitif, afektif dan psikomotorik peserta didik secara integral, komprehensif dan maksimal.

 

Nah, itulah penjelasan mengenai Perangkat Pembelajaran (Silabus, RPP, Media Pembelajaran, Bahan Ajar, LKS, dan Perangkat Evaluasi) yang dapat saya sampaikan melalui blog  ini. Sekian dari saya, saya ucapkan terima kasih banyak sudah mengunjungi blogg ini, sampai bertemu di blogg saya selanjutnya.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 

You May Also Like

0 komentar